Kasus Dana Pensiun Pertamina, Edward Soeryadjaya Dituntut 18 Tahun Penjara

0
22
  • 3
    Shares
palu hakim
Ilustrasi putusan pengadilan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dalam sidang agenda tuntutan kasus korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (3/12) tengah malam, pengusaha Edward Seky Soeryadjaya dituntut 18 tahun penjara.

Terdakwa Edward dinilai terbukti bersalah dalam mengatur transaksi jual-beli saham pada pengelola dana pensiun melalui investasi saham PT Sugih Energy (Sugi).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut terdakwa Edward melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang ancaman hukumannya 18 tahun penjara.

Jaksa juga menyatakan terdakwa tidak melakukan kajian mendalam terlebih dahulu saat memutuskan transaksi jual-beli saham dana pensiun Pertamina, sehingga transaksi tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 599,4 miliar.

Pada sidang tersebut sempat diwarnai debat saat kuasa hukum terdakwa Bambang Hartono meninggalkan ruang persidangan dan pengacara senior Yusril Ihza Mahendra masuk tim pembela Edward.

Keduanya sempat meninggalkan persidangan, namun akhirnya masuk kembali ke ruang sidang guna mengikuti jalannya sidang tuntutan.

Pengusaha Edward Seky Soeryadjaya terjerat kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) Tahun Anggaran 2014-2015 pada penempatan investasi saham PT Sugih Energy.

Pada 2014, Edward yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk (SUGI) berkenalan dengan Muhammad Helmi Kamal Lubis. Perkenalan tersebut guna meminta agar Dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI.

Kemudian, pada Desember 2014 hingga September 2015, Helmi diduga melawan hukum menginisiasi dan membeli saham SUGI dengan total senilai Rp 601 miliar melalui PT Millennium Danatama Sekuritas. (SU05)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU