Kantor Kemenag NTB Digeledah, Polisi Sita Dokumen terkait Dana Rehab Masjid

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Kantor Kanwil Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) digeledah Polres Mataram terkait proses penyelidikan kasus pungutan liar dana rehab masjid terdampak gempa NTB. Dalam penggeledahan itu, polisi menyita dokumen-dokumen terkait kasus tersebut.

“Bukti-bukti petunjuk tentang kegiatan, tentang posisi dia (BA), dan bagaimana dia bisa berhubungan dengan orang-orang yang mendapat bantuan ini, sehingga dia tahu pasti siapa-siapa saja yang mendapat bantuan. Kita juga tidak tahu masjid mana yang menerima bantuan,” kata Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam, Rabu (16/1).

Polisi mulai melakukan penggeledahan pada Selasa (15/1). Ada beberapa ruangan di Kanwil Kemenag Provinsi NTB yang digeledah. Polisi juga membawa sejumlah berkas dari ruangan Bidang Binmas Islam.

Penggeledahan itu dilakukan Satreskrim Polres Mataram terkait kemungkinan adanya indikasi keterlibatan pimpinan dan rekan kerja BA lainnya di Kanwil Kemenag NTB.

Baca juga: PNS Kemenag Pungli Dana Rehab Masjid Pascagempa di NTB

“Dari keterangan tersangka, memang ada indikasi mereka juga bekerja sama dengan rekan kerjanya. Kita masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan,” kata Saiful.

Diketahui, Kemenag RI melalui usulan Kanwil Kemenag NTB mengeluarkan dana Rp6 miliar yang bersumber dari APBN. Pencairan pada tahap pertama itu untuk bantuan rehab masjid terdampak gempa sebanyak 58 masjid.

Namun ada laporan dari masyarakat yang menyebut proses pencairan dana rekonstruksi masjid lamban. Atas pelaporan ini, polisi melakukan penyelidikan. Yang kemudian menangkap BA, karena diduga telah meminta uang kepada pengurus masjid supaya mendapatkan dana rehab dari Kantor Kemenag NTB.

BA tertangkap tangan menerima uang Rp 10 juta dari pengurus Masjid Baiturrahman, wilayah Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Masjid tersebut merupakan salah satu masjid yang terkena dampak gempa pada 5 Agustus 2018 dan penerima dana rekonstruksi pascagempa dari Kemenag RI. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER