Idrus Marham Mundur, Agus Gumiwang Gantikan Sebagai Mensos

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Setelah pengunduran diri politisi Golkar yang tersandung kasus pembangunan PLTU Riau-1, Idrus Marham dari jabatan Menteri Sosial, tersiar kabar politikus Golkar yang lain akan menggantikan posisinya.

Nama Agus Gumiwang santer disebut akan menggantikan posisi Idrus Marham memimpin Kementerian yang sebelumnya juga ditinggal oleh Khofifah Indar Parawansa yang bertarung dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo atau akrab dipanggil Bamsoet membenarkan bahwa anak dari politikus senior Golkar Ginandjar Kartasasmita tersebut akan menggantikan Idrus.

“Ya, betul, terkonfirmasi,” kata Bamsoet di Jakarta, Jumat (24/8).

Baca juga: Terkait Status Penyidikan KPK, Idrus Marham Mengundurkan Diri Sebagai Mensos

Bamsoet mengatakan informasi tersebut ia dapatkan langsung dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. “Semoga tidak ada perubahan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Idrus Marham menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai Menteri Sosial kepada Presiden Jokowi, Jumat (24/8) pagi tadi. Idrus memutuskan mundur, setelah status kasusnya di KPK ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Baca juga: Idrus Marham Diperiksa Terkait Suap PLTU Riau 1 Saat Jabat Sekjen Golkar

“Tadi saya menghadap Presiden jam 10.30 WIB, saya lakukan setelah kemarin saya mendapat surat pemberitahuan tentang penyidikan saya,” ungkap Idrus di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Agus Gumiwang adalah politisi Golkar yang sempat dipecat pada masa era kepemimpinan Aburizal Bakrie, karena bersebrangan dengan keputusan partai dengan mendukung Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Saat itu Golkar merupakan salah satu partai koalisi yang mendukung Prabowo-Hatta Rajasa. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER