Dua Tersangka Korupsi Alkes Binjai Tidak Ditahan


MEDAN, SERUJI.CO.ID – Kejaksaan Negeri Binjai tidak melakukan penahanan terhadap dua tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD Djoelham Binjai, Sumatera Utara, senilai Rp 14 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2012.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian, di Medan, Selasa (16/1), mengatakan kedua tersangka itu, berinisial BA, Kepala Cabang Kimia Farma Medan pada 2012, dan FNC, Direktur PT Petan Daya.

Selama ini kedua tersangka tersebut dinilai patuh dan selalu hadir jika dilakukan pemanggilan oleh penyidik Kejaksan Negeri (Kejari) Binjai.

“Sedangkan empat tersangka lainnya, yakni berinisial CPT, mantan Kepala ULP RSUD Djoelham Binjai, SYA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), SHD, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa, serta TD, Direktur PT Masarinda Abadi, telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Binjai,” ujar Sumanggar.

Ia menyebutkan, tersangka CPT, menyerahkan diri ke kantor Kejaksaan Negeri Binjai, Rabu (10/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Penyerahan tersangka itu, juga didampingi oleh pihak keluarganya.

“Selama ini tersangka menghilang dari rumah dan juga tidak pernah masuk bekerja di RSUD Djoelham Binjai,” ucapnya.

Sumanggar menyebutkan, seorang lagi tersangka berinisial MS, mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham Binjai masih status Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tersangka itu, juga menghilang dari rumah pribadinya yang berada di Kelurahan Selayang I, Kota Medan.

“Jadi, tersangka MS, masih terus dicari oleh petugas Kejari Binjai dan Kejati Sumut,” kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close