Diduga Korupsi, Polisi Periksa Nahkoda Kapal Pesiar Equaminity


JAKARTA, SERUJI.CO.ID –┬áKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan penyidik Bareskrim memeriksa nakhoda Kapal Equaminity beserta 34 anak buah kapal untuk menelusuri kasus tindak pidana pencucian uang.

“Pemeriksaan terhadap Kapten Rolf sebagai nakhoda kapal dan sejumlah ABK,” kata Brigjen Iqbal dalam pesan singkat di Jakarta, Kamis (1/3).

Tak hanya itu, penyidik Bareskrim Polri juga telah berkoordinasi dengan PT Indonusa selaku agen yang mengurus dokumen kapal pesiar serta berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa untuk mengecek dokumen administrasi pelayaran kapal Equaminity.

Ia menambahkan bahwa polisi juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk mengecek kelengkapan dokumen nakhkoda dan 34 ABK kapal pesiar itu.

“Untuk memeriksa kelengkapan dokumen nakhoda dan ABK,” katanya.

Kapal mewah tersebut dinakhkodai oleh Kapten Rolf yang selama berlayar mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) sehingga kapal tidak terdeteksi ketika masuk perairan Filipina dan Singapura.

Dari hasil penyelidikan, polisi menduga Kapten Rolf melakukan tindak pidana pencucian uang terhadap Kapal Equaminity dengan menyembunyikan kapal pesiar itu.

Untuk mendalami kasus ini, polisi meminta keterangan sejumlah ahli, diantaranya ahli TPPU, ahli pelayaran dan ahli forensik.

Dalam waktu dekat, polisi akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close