Didemo Tuntaskan Kasus P2SEM, Ini Jawaban Kejati Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sejumlah elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di depan Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Jawa Timur, Rabu (31/1) pagi. Mereka menuntut pengusutan kembali kasus P2SEM (Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat Jawa Timur) yang terjadi tahun 2008, namun berhenti diusut tahun 2015.

Menanggapi tuntutan tersebut, pihak Kejati Jatim melalui Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim Didik Farkhan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan semua yang diinginkan oleh demonstran. Jika hasilnya telah didapat, pihaknya akan mengundang wartawan untuk menunjukkan datanya.

“Intinya sudah kita jelaskan, apa yang dituntut sudah kita lakukan, itu saja, karena penyelidikan itu, kita sudah bergerak gitu aja. Itu teknis kita nanti, kalau sudah penyidikan kalian nanti kita undang,” katanya di depan pintu masuk Gedung Kejati Jatim siang itu.

Didik melanjutkan, pengungkapan kasus P2SEM itu membutuhkan kesabaran, selain ada beberapa saksi yang telah meninggal, ada pula salah satu saksi kunci sempat kabur selama 6 tahun ke Malaysia yang membuat penyidikan harus berhenti tahun 2015.

“Ini kasus lama ada yang sudah meninggal, butuh kesabaran untuk merangkai tindakan pidana. Tokoh kuncinya kabur, ini setelah Dr. Bagus tetangkap, kita lakukan penyidikan,” pungkasnya.

Baca juga: Kejati Jatim Didemo Untuk Usut Tuntas Kasus P2SEM

Kasus P2SEM merupakan kasus mega korupsi di Jatim senilai Rp277 miliar, yang diduga melibatkan banyak anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 dan beberapa pejabat tinggi di Pemprov Jatim.

Program P2SEM tersebut diselewengkan mulai dari pelaksanaan program yang tidak jelas sampai dugaan LSM fiktif. Beberapa orang terlibat penggunaan dana P2SEM, bahkan sudah ada yang divonis dan kini bebas, seperti mantan Ketua DPRD Jatim (alm) Fathorrasjid.(Luh/SU05)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER