Dana Rehabilitasi Sekolah Pascagempa Dikorupsi, Legislator Mataram Terjaring OTT

2
170
  • 159
    Shares
Suap
Ilustrasi suap

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Seorang anggota DPRD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial MH terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tim jaksa di salah satu rumah makan di wilayah Cakranegara, Jumat (14/9).

Kajari Mataram I Ketut Sumadana mengatakan, MS adalah pejabat dewan yang masih aktif menduduki jabatan Ketua Komisi IV DPRD Mataram. MS terjaring OTT bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Sudenom dan salah seorang berinisial CT dari pihak kontraktor.

“Jumat pagi tadi sekitar pukul 10.00 Wita, yang bersangkutan (MH) kami amankan bersama yang menyerahkan, Kadis Pendidikan bersama seorang kontraktor,” ungkap Sumadana.

Loading...

Dari hasil OTT, ungkap Sumadana, petugas jaksa mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp30 juta. Uang tersebut diduga jatah yang diambil dari nominal pengesahan perubahan anggaran proyek rehabilitasi SD dan SMP pascagempa senilai Rp4,2 miliar yang telah dibahas dan ditetapkan DPRD Kota Mataram dalam APBD-P Tahun 2018.

“Jadi setelah ada penetapan, dia (MH) minta jatah. Ada dalam kasus ini muncul dugaan motif pemerasan yang dilakukan oleh anggota dewan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sumadana mengatakan jaksa penyidik masih mengamankan MH bersama Kadis Pendidikan dan kontraktor berinisial CT di Kantor Kejari Mataram.

Terkait dengan status ketiganya, Kajari Mataram mengaku bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman keterangan dan barang bukti OTT.

“Yang jelas hari ini juga akan kita lakukan penetapan tersangka. Besar kemungkinan akan disangkakan pidana korupsi, karena ada dugaan penyalahguna kewenangan dan jabatan,” ucap pria yang pernah mengabdi sebagai salah seorang jaksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari penelusuran SERUJI, Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram bernama H. Muhir, S.Kep, yang merupakan politi dari partai Golkar. Muhir adalah anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) Mataram 4, yang memperoleh suara tertinggi saat pileg 2014 dari dapilnya, yaitu 2.035 suara. Belum ada keterangan resmi apakah MH yang dimaksud dalam OTT jaksa adalah Muhir. (Ant/SU01)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU