Berdasar Fakta Persidangan, KPK Sebut Uang Korupsi Eks Bupati Cirebon Mengalir ke PDIP

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra (SUN) sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp51 miliar selama menjabat.

Uang itu diperoleh Sunjaya lewat gratifikasi dan suap terkait jabatan, dan diduga menyamarkan dan menyembunyikan lewat sejumlah cara seperti dialihkan ke rekening lain, dibelikan tanah dan mobil atas nama orang lain.

Selain itu, KPK juga menemukan aliran uang sekitar Rp250 juta ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sesuai fakta persidangan yang muncul di sidang Sunjaya dalam kasus suap jual beli jabatan.

Diduga uang itu digunakan untuk penyelenggaraan kongres Sumpah Pemuda yang digelar PDIP pada 2018 dengan Ketua Panitia, Politisi PDIP Nico Siahaan.

“Diduga uang itu berasal dari tersangka SUN yang digunakan saat itu untuk pembiayaan kongres Sumpah Pemuda PDIP tahun 2018. Itu sudah muncul di fakta sidang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/10).

Uang tersebut, ungkap Febri, sudah dikembalikan Nico Siahaan usai hadir sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Sunjaya di Pengadilan Tipikor Bandung pada Maret 2019 lalu.

“Sesuai fakta persidangan yang sudah muncul, ada uang sekitar Rp 250 juta itu sudah dikembalikan dan kami sita,” ujar Febri.

Dalam persidangan pada 14 Maret 2019 lalu, Nico Siahaan mengakui menerima uang sumbangan dari Sunjaya, namun ia langsung mengembalikannya keesokan harinya.

“Disumbang hari ini, besoknya (Sunjaya, red) ditangkap. Kami hanya menyimpan, kemudian kami kembalikan ke KPK,” ungkap Nico waktu itu.

Untuk diketahui, Sunjaya saat ini adalah terpidana dengan vonis 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan atas kasus suap terkait jual beli jabatan di lingkungan pemerintah Kabupaten Cirebon.

Sunjaya ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Oktober 2018 di Pendopo Kabupaten Cirebon. Hakim Pengadilan Tipikor Bandung memvonis Sunjaya pada Rabu (22/5/2019) setelah terbukti dipersidangan.

Walau duduk sebagai tersangka, Sunjaya tetap berhasil jadi pemenang Pilkada Kabupaten Cirebon 2019. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah melantik Sunjaya sebagai Bupati Cirebon periode 2019-2024 di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (17/5) lalu.

Namun, Sunjaya hanya menikmati jabatannya tersebut selama lima menit, karena setelah pelantikan itu, ia langsung dinonaktifkan dan digantikan pejabat sementara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Pribumi vs Non Pribumi

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER