Begini Kronologis Kasus Suap RAPBD Jambi 2018

0
116
Basaria Panjaitan dan uang hasil OTT KPK
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (paling kanan) dan uang hasil OTT KPK. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menjelaskan kronologi terkait tindak pidana korupsi suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018.

KPK telah menetapkan empat tersangka, yaitu diduga sebagai penerima anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriono.

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Arfan, dan Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi Saifudin.

“Setelah mendapat informasi dari masyarakat dan pengecekan di lapangan, KPK melakukan kegiatan OTT pada Selasa (28/11) di beberapa lokasi terpisah di Jambi dan Jakarta. Secara keseluruhan KPK mengamankan 16 orang. 12 orang ditangkap di Jambi dan 4 orang di Jakarta,” kata Basaria saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/11).

12 orang yang ditangkap di Jambi itu, yakni Supriono, Arfan, Saifudin, NUR istri dari Saifudin, ATG anak buah Saifudin, GWS dari swasta, DHI anak buah dari Arfan, WYD anak buah Arfan, RNI staf Dinas PUPR Provinsi Jambi, SRP sopir Supriono, WSS Kepala UPDT Alat dan Perbekalan Provinsi Jambi, dan OTG sopir Arfan.

Kemudian empat orang yang diamankan di Jakarta, Erwan Maik, AMD Kepala Perwakilan Provinsi Jambi di Jakarta, ASL adalah swasta, dan VRL Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi.

Dari 12 orang yang diamankan di Jambi, empat orang dibawa ke gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut, yaitu Supriono, Saifudin, Arfan, dan NUR istri dari Arfan.

Lebih lanjut, Basaria menyatakan pada Selasa (28/11) pukul 12.46 WIB, KPK mendapat informasi akan ada rencana pertemuan antara Supriono dan Saifudin di sebuah restoran dalam rangka penyerahan uang dengan menggunakan kode “undangan”.

“Kemudian pada pukul 14.00 WIB terjadi pertemuan Saifudin dan Supriono. Supriono keluar dari restoran lalu masuk ke dalam mobil Saifudin. Diduga transaksi di mobil tersebut kemudian Supriono keluar dari mobil terlihat membawa kantong plastik warna hitam, lalu pada saat itu tim KPK mengamankan Supriono dengan barang bukti kantong plastik hitam berisi uang Rp 400 juta,” kata dia.

Kemudian di tempat yang sama, kata Basaria, KPK juga mengamankan Saifudin dan SRP sopir dari Supriono.

“Sebelum masuk ke mobil Saifudin, Supriono sedang makan dengan GWS, tim kemudian juga mengamankan GWS,” ungkap Basaria.

Selanjutnya, tim KPK membawa Saifudin ke rumah pribadinya di kota Jambi.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Wapres Minta Menag Revisi 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk merevisi daftar pendakwah yang direkomendasikan karena sebelumnya dikeluarkan Kemenag hanya...

Banyuwangi Masuk Kota Cerdas ASEAN

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama dengan Jakarta dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masuk dalam jaringan Kota Cerdas ASEAN atau ASEAN Smart...

Korban Tewas Jatuhnya Pesawat di Kuba Jadi 111 Orang

HAVANA, SERUJI.CO.ID - Jumlah korban tewas pada salah satu bencana udara terburuk di Kuba meningkat menjadi 111 pada Senin (21/5), sementara Meksiko menangguhkan kegiatan...
ekonomi syariah

MUI Dukung 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mendukung langkah Kementerian Agama yang merilis daftar nama mubaligh karena sifatnya untuk pencegahan terhadap...
Siswa SMA/MAN

Jawa Timur Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Korsel

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Timur menjajaki kerja sama pendidikan dengan Korea Selatan setelah ada pertemuan kepala sekolah SMA/SMK se-Surabaya dengan sebuah konsultan...