Hakim Vonis 18 Tahun Pemerkosa Anak Kandung

AMBON, SERUJI.CO.ID – Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon memvonis Buang Papilaya, terdakwa pemerkosa anak kandung yang masih berusia delapan tahun pada 7 Oktober 2017 lalu, selama 18 tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 81 ayat (3) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan divonis 18 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Jenny Tulak didampingi Esau Yarisetou dan Sofyan Parerungan selaku hakim anggota di Ambon, Kamis (3/5).

Dalam amar putusannya, majelis hakim juga menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp50 juta subsider enam bulan kurungan dan menyatakan yang bersangkutan tetap berada dalam tahanan.

Yang memberatkan terdakwa dijatuhi hukuman penjara dan denda karena perbuatannya telah merusak masa depan korban yang notabene adalah anak kandungnya sendiri yang baru berusia delapan tahun serta membawa trauma mendalam terhadap korban.

Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan, memiliki tanggungan keluarga, serta belum pernah dihukum.

Putusan majelis hakim juga sama persis dengan tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Ambon Ingrid Louhenapessy selama 18 tahun penjara.

Kecuali untuk tuntutan hukuman denda dari JPU sebesar Rp50 juta subsider satu tahun kurungan diturunkan menjadi enam bulan oleh majelis hakim.

Atas keputusan tersebut, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Marcel Hehanussa tidak berkata apa pun,sehingga majelis hakim memberikan waktu tujuh hari untuk menyampaikan sikap. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau