Bambang Prihatin Setnov Divonis 15 Tahun Penjara

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan prihatin atas vonis 15 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terhadap mantan ketua DPR RI Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik.

“Kita semua di DPR RI tentu prihatin atas vonis tersebut. Kami mendoakan semoga Pak Novanto dan keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan tersebut,” kata Bambang Soesatyo, di Jakarta, Selasa (24/4).

Menurut Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada, Novanto masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan majelis hakim tersebut.

Soal tindakan hukum lanjutan tersebut, kata dia, tergantung pada Novanto akan menggunakan haknya atau tidak.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada Pak Novanto dan keluarga,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, para pengurus dan kader Partai Golkar selalu mendoakan semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan jalan terbaik baik bagi Setya Novanto dan keluarga.

Sebelumnya, majelis jakim pada sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (24/4), memutuskan menjatuhkan vonis hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta serta subsider tiga bulan kurungan kepada Setya Novanto.

Majelis hakim dalam putusannya menyebutkan, Novanto terbukti melakukan korupsi pada proyek pengadaan KTP-e pada tahun anggaran 2011 hingga 2013.

Putusan majelis hakim Tipikor itu lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni pidana 16 tahun penjara dan membayar denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

KAHMI untuk NKRI

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER