Sebagian besar yang sudah menikah dan aktif secara seksual, pastinya sudah tak asing dengan istilah pap smear. Namun, sebenarnya pap smear juga bisa dilakukan bagi mereka yang belum menikah. Sebenarnya, apakah pap smear itu?

Lauren Streicher MD, obstetri dan ginekolog The Feinberg School of Medicine mengatakan, pada intinya, pap smear ibarat servis mobil berkala. Kebanyakan tak tahu pasti mengapa harus melakukan pengecekan rutin, tetap perlu tahu bahwa harus melakukan itu.

Pap smear merupakan skrining untuk mendeteksi adanya potensi kanker servikss. Selain fungsi utama tersebut, test ini juga bisa untuk mendeteksi adakah infeksi organ intim, kanker ovarium, kanker rahim, dan juga kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

Ditemukan oleh Dr George Papanicolaou, metode pendeteksi kanker serviks ini dilakukan dengan memasukan sebuah spekulum ke dalam lubang vagina untuk mengambil contoh sel dari permukaan atau kanal serviks.

Sel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah pertumbuhan sel berjalan normal atau tidak. Kelainan ini dikenal dengan nama displasia, cervical intraepithelial neoplasia (CIN).

Meskipun manfaatnya begitu besar bagi kesehatan kewanitaan, namun tak perlu melakukan pas mear setiap tahun. Seperti tercantum dalam The American College of Gynecologists pap smear harus dilakukan saat memasuki usia 21 tahun. Dari usia 21-30 tahun, lakukanlah tes setidaknya setiap 2 tahun sekali. Dengan catatan, selama hasil tes jauh dari risiko kanker serviks dan berbagai kelainan lainnya yang menyangkut imunitas atau ketahanan tubuh, baik itu displasia ataupun HIV.

Setelah 30 tahun, pap smear bisa dilakukan setidaknya setiap 3 tahun sekali dan setelah 70 tahun. Bisa juga “menghapus” pap smear dari daftar hal yang harus dilakukan. Selama hasil tes normal, setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

BAGIKAN
loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

buku ips kelas 6

PKS Minta Pemerintah Selidiki Buku IPS Yudistira

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera Kepulauan Riau meminta pemerintah menyelidiki buku IPS yang diterbitkan PT Yudistira untuk kelas VI SD, karena di salah satu...
zainut tauhid

Belum Ada Sertifikat Halal Vaksin Difteri, MUI: Hukum Imunisasi itu Mubah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan MUI belum menerima pendaftaran dan permintaan pemeriksaan kehalalan vaksin difteri dari pihak...

Kongres HIPMI, Gus Ipul: Jangan Biarkan Pengusaha Asing Jadi Pemenang di Negeri Kita

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mampu menghadirkan pengusaha-pengusaha muda yang bisa bersaing...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...