GARUT – Ada sebuah tempat di Garut, yang ketika Anda mendatangi tempat tersebut, Anda mengunjungi sekaligus 3 jenis wisata yang berbeda. Tempat tersebut adalah kawasan Candi Cangkuang.

Candi Cangkuang ini terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat.

Candi Cangkuang Garut ini merupakan satu-satunya Candi Hindu yang ditemukan di daratan Sunda. Uniknya lagi, Candi Cangkuang ini letaknya di pulau kecil di tengah Situ Cangkuang. Tempat ini adalah salah satu objek wisata di Garut yang mengandung nilai budaya dan sejarah.

Ketika masuk ke kawasan Candi Cangkuang, yang akan Anda temukan pertama kali adalah danau/situ (dalam bahasa Sunda) Cangkuang. Situ yang cukup luas ini memiliki air yang jernih dan panorama alam yang menyejukkan mata. Di sekitarnya ada banyak rakit yang siap mengantarkan Anda ke pulau kecil dimana Candi Cangkuang berada.

Harga tiket masuk kawasan ini cukup murah, untuk dewasa dikenakan harga Rp. 5.000,-/orang dan untuk anak-anak Rp. 3.000,-/orang. Harga tiket ini belum termasuk harga untuk menyebrangi situ dengan rakit. Harga naik rakit berkisar Rp. 10.000,-/orang. Untuk bisa menyeberang, rakit minimal terisi 10 orang. Apabila kurang dari 10 orang, maka biaya menyebrang akan menjadi lebih mahal.

Setelah Anda tiba di pulau, Anda akan disuguhkan aneka kerajinan tangan warga sekitar yang dijual sebagai oleh-oleh.

Melewati beraneka ragam kerajinan warga tersebut, Anda akan memasuki sebuah perkampungan kecil bernama Kampung Pulo. Kampung Pulo ini unik sekali karena hanya ada 7 bangunan dalam satu kampung tersebut.

Kampung Pulo ini merupakan peninggalan Embah Dalem Arief Muhammad yang konon merupakan salah satu orang yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Pada Kampung Pulo tersebut terdapat 6 rumah yang mewakili anak perempuan dan 1 mesjid yang mewakili anak lelaki dari Embah Arief Muhammad. Selain itu, jumlah warga kampung ini tidak boleh lebih dari 6 kepala keluarga yang pemiliknya mengikuti garis keturunan pihak perempuan.

Adapun makam Embah Dalem Arief Muhammad pun ada di pulau kecil ini dan sering diziarahi oleh warga. Semua peninggalan dan sejarah tentang Candi berikut naskah-naskah khutbah/pidato dan tulisan-tulisan di zaman Embah Arief ada di Museum Situs yang letaknya tidak jauh sana.

Berikutnya adalah Candi Cangkuang yang letaknya ditengah-tengah pulau. Candi Cangkuang ini ukurannya kecil sekali apabila dibandingkan dengan candi-candi yang ada di pulau Jawa. Candi yang ada saat ini pun merupakan hasil rekayasa rekonstruksi, sebab bangunan asli yang diketemukan hanya sekitar 40%. Bentuk bangunan Candi Cangkuang yang asli hingga saat ini belum diketahui.

Dari panorama alam yang ada, udara yang sejuk, dan pengetahuan tentang sejarah yang ada disana, akan sangat disayangkan sekali apabila Anda sedang berada di Garut tetapi tidak menyempatkan diri untuk mampir ke Candi Cangkuang ini.

 

CJ dan FOTO: Mira Saraswati
EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...
loading...