MAGELANG – Ada banyak gunung di Indonesia yang memiliki keindahan ketika berada di puncaknya. Karena dengan ketinggiannya kita dapat melihat dengan luas sekeliling gunung yang kita daki tersebut. Tetapi ada beberapa gunung yang tidak perlu mendaki terlalu tinggi sekaligus memiliki pemandangan yang luar biasa. Gunung Andong adalah salah satunya.

Gunung Andong adalah sebuah gunung bertipe perisai di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gunung ini belum pernah mempunyai aktivitas meletus. Gunung Andong terletak di antara Ngablak dan Tlogorjo, Grabag dengan berketinggian sekitar 1.463 m. Gunung Andong merupakan salah satu dari beberapa gunung yang melingkari Magelang. Berdampingan dengan gunung Telomoyo, gunung ini berada di perbatasan wilayah Salatiga, Semarang, dan Magelang (wiki).

Loading...

Jika menurut Wiki ketinggian puncak Andong adalah 1.463 m maka lain dengan tanda puncak yang ada di puncak Andong. Disana tertulis 1.746 mdpl.

Meskipun tidak terlalu tinggi, gunung Andong ini cukup terjal dan licin. Sehingga pendaki harus berhati-hati pada saat melakukan pendakian. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak adalah 1-3 jam tergantung pengalaman, beban, cuaca yang dihadapi, dan jalur pendakian yang dipilih.

Terdapat dua jalur pendakian, yaitu via Basecamp Sawit (jalur paling populer dikalangan pendaki) dan Dusun Pendem. Sepanjang perjalanan Anda juga dapat menikmati sejuknya hutan pinus.

Karena cukup mudah untuk didaki, gunung Andong ini selalu ramai. Dan kawasan puncaknya yang tidak terlalu besar ini pun selalu dipenuhi oleh pengunjung, terutama pada saat liburan.

Gunung Andong ini memiliki empat puncak, yaitu puncak Makam (terdapat sebuah makam diatasnya), puncak Jiwa yang merupakan tempat camping ground, puncak Alap-Alap dan yang terakhir adalah puncak Andong yang merupakan puncak tertinggi.

Dari puncak gunung Andong ini, Anda dapat melihat sunset dan sunrise serta gunung – gunung yang ada di sekitarnya. Ada Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo, dan si kembar gunung Sindoro Sumbing dari kejauhan.

Tidak perlu khawatir kehabisan air, karena di gunung ini ada sumber air yang mengalir dari pipa – pipa yang ada disekitar jalur pendakian. Selain itu ada warung di puncak untuk sekedar mengganjal perut yang keroncongan.

PENULIS: (CJ) Mira Saraswati
FOTO: Rahmat Hidayat
EDITOR: Iwan Y

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama