Pantai Losari, Pusat Kuliner Khas Warga Bugis-Makassar

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID – Artis film Laudya Cynthia Bella memang sudah sering ke Pantai Losari di kota Makassar. Bintang peraih prestasi aktris terpuji Festival Film Bandung tahun 2005 itu sebenarnya lahir di Bandung 30 tahun silam, tetapi banyak hapal lokasi pelancongan menarik di Sulawesi Selatan. Ia juga banyak tahu tentang kuliner khas warga Bugis Makassar.

“Bisa begitu, karena dulu, sebelum jadi istri orang Kuala Lumpur, Malaysia, saya hampir jadi warga Sulsel. Tapi karena gak jodoh, batal deh rencana saya punya KTP Makassar. Sekalipun begitu, kalau hanya cerita soal kuliner dan lokasi pelancongan di Makassar, sudah hapal deh,” ujar artis yang rajin bolak balik Jakarta-Kuala Lumpur ini saat diwawancarai sebuah TV swasta nasional tentang Pesona Pantai Losari Makassar, pekan lalu.

Menurut Laudya, Pantai Losari pantai yang cantik. Bukan saja karena letaknya di kota Makassar yang penduduknya padat sehingga sering dijadikan lokasi pelancongan keluarga, tetapi lebih karena banyaknya pedagang makanan khas disitu. Para pedagang makanan dan minuman, memasang tenda-tenda angkringan memanjang mengikuti alur tepian pantai.

Losari, Pantai dengan Restoran Terpanjang di Indonesia

Pantai Losari. (foto:istimewa)

Tak aneh jika pantai Losari akhirnya populer dengan sebutan restoran terpanjang di Indonesia. Selain itu kerap juga disebut pusat jajanan khas warga Bugis-Makassar. Sah-sah saja sebutan itu, karena menurut pantauan terkini Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, sekarang ini sedikitnya ada 15 macam kuliner khas warga Bugis Makassar yang tiap hari dijual di kawasan wisata Pantai Losari.

“Ada Coto Makassar, ada Sop Saudara, Sop Konro, Palu Bassa, Ikan Bakar. Ulu Juku, Juku Pallu Marra dan banyak lagi lainnya,” ujar Walikota seraya menambahkan, kuliner khas itulah yang membuat kawasan wisata Pantai Losari tak pernah tidur. Denyut nadinya terus bergerak di sepanjang waktu.

Daeng Naba salah seorang juru parkir di bagian timur Pantai Losari meyakinkan SERUJI bahwa keluar masuk motor dan kendaraan roda empat tak pernah putus siang malam.

“Soalnya yang datang melancong ke lokasi wisata ini seribuan kepala tiap hari. Ada yang bermaksud makan siang, makan malam, juga tak sedikit yang khusus datang mencicipi minuman segar sambil memperhatikan suasana pantai,” jelas Daeng Sangkala, penjual Sarabba.

Anda tahu apa itu Sarabba? Ya, air perasan jahe yang dicampur susu kental manis dan sedikit santan. Minum segelas — cukup bayar Rp 5.000 — sudah bisa menghangatkan badan.

Selain Sarabba, menu kuliner khas warga Bugis Makassar yang selalu ada di Pantai Losari antara lain es Pisang Ijo, es Pallu Butung, Bubur Jagung (bassang), pisang Eppe, kue Barongko, broncong dan Nyuk nyang.

“Tiap malam saya jual pisang Eppe dan Sarabba di sini. Alhamdulilah sudah 7 tahun saya jalani pekerjaan ini bersama istri,” kata Daeng Rate (57), seraya memperlihatkan foto di HP Androidnya sedang menyuguhkan hidangan pisang Eppe kepada artis cantik Laudya Cynthia Bella.

“Artis ini dulu, selalu pesan pisang Eppe ke saya kalau ke Losari bersama pacarnya, yang kemenakannya pak Jusuf Kalla itu,” jelas Daeng Rate.

Sampai sekarang, kata beberapa karyawan Humas kantor walikota Makassar, kalau ada tamu-tamu pejabat dari Pusat selalu dijamu di beberapa resto kuliner khas Bugis Makassar yang ada di kawasan wisata Losari. Selalu begitu, karena Losari sudah menjadi ikon kota Makassar.

Anda tertarik mencicipi kuliner khas warga Bugis Makassar di Losari? Kawasan ini sekarang makin cantik, dan makin keren, setelah sejumlah hotel berbintang berdiri megah dilengkapi rumah sakit Stella Marris, Masjid terapung, dan pusat belanja serta rekreasi keluarga Transstudio.

Kawasan ini juga berdekatan dengan Somba Opu, pusat oleh oleh dan suvenir khas Sulawesi Selatan.

Yuk ke Losari, yuk…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi