Dukung Program Pariwisata, PT KAI Hidupkan 4 Jalur Kereta di Jawa Barat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 4 jalur kereta yang sudah lama terlantar dan tidak difungsikan di daerah Priangan, Jawa Barat, kembali dihidupkan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Langkah tersebut diambil PT KAI dalam rangka mendukung program kepariwisataan nasional.

“Keempat jalur kereta itu; jalur Bandung-Ciwidey sejauh 37,8 km, jalur Rancaekek-Tanjungsari sejauh 11,5 km, jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang sejauh 82 km dan jalur Cibatu-Garut-Cikajang 47,5 km,” jelas Dirut PT KAI, Edi Sukmoro kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/2).

Besaran anggaran yang siap dikucurkan untuk proyek tersebut, diakui Edi Sukmoro cukup besar mencapai Rp 4 Trilyun.

“Anggatan itu sudah termasuk membangun baru sejumlah stasiun kereta, rel kereta, jembatan, pintu perlintaaan dan rehabilitasi jaringan,” katanya.

Dijelaskan Edi, semasih aktif keempat jaluf kereta itu memang sudah dikenal sebagai jalur kereta wisata. Penumpangnya kebannyakan wisatawan nusantara dan mancanegara. Jalur kereta itu kemudian dihentikan penggunaannya karena besarnya biaya operasional tidak seimbang dengan pemasukan. Keadaan semakin parah saat Indonesia dihantam badai krisis moneter di akhir era 80an.

Kini usaha memulihkan lagi jalur kereta itu, menurut Dirut PT KAI, didukung banyan perusahaan perjalanan wisata yang ada di Jakarta, Jabar dan Jateng.

“Perusahaan itulah yang akan menyuplai muatan cargo dan dan penumpang yang akan melancong ke kawasan wisata Priangan, Jabar,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya menyampaikan kegembiraanya mendapat dukungan dari PT KAI. Menpar menuturkan saat ini Kementerian Pariwisata diberi amanah harus mampu memajukan kepariwisataan nasional, juga diharapkan mampu menjadi penghasil devisa utama nonmigas. Bahkan ditargetkan tahun ini mampu mendatangkan 20 juta orang wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara.

Agar target tercapai, kata Menpar, diperlukan sinergi semua pihak termasuk dari PT KAI.

Menghidupkan lagi 4 jalur kerèta itu, dinilai Menpar adalah tindakan yang tepat karena jika jalur kereta itu normal lagi, wisatawan akan senang mendapat kemudahan transportasi ke destinasi wisata.

Sejauh ini wisatawan yang akan ke daerah Priangan banyak mengandalkan angkutan bis yang membuat badan kelelahan setiba ditempat tujuan. (AH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER