Bolu Meranti dan Risol Gogo Tak Miliki Sertifikat Halal

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia atau MUI Sumatera Utara membenarkan bahwa Bolu Meranti dan Risol Gogo yang dikenal sebagai salah satu khas oleh-oleh dari Medan, belum mengantongi sertifikat halal.

“Setelah masa berlaku sertifikat halal produk CV Cipta Rasa Nusantara itu habis 1 April 2015. Perusahaan itu tidak mengantongi sertifikat halal lagi,” ujar Direktur LP POM MUI Sumut, Prof H Basyaruddin di Medan, Kamis (4/1).

Dia mengatakan itu ketika dikonfirmasi soal beredarnya surat pernyataan LP POM MUI Sumut tentang produk Bolu Meranti dan Risol Gogo yang dinyatakan tidak memiliki sertifikat halal.

Pernyataan LP POM MUI itu yang ditandatangani Ketua Komisi Fatwa MUI H Ramli Abdul Wahid dan Direktur LP POM MUI Sumur Prof H Basyaruddin tertanggal 20 September 2017 tersiar di berbagai media sosial pada Kamis, 4 Januari 2018.

Dia menyebutkan, pada April 2015, CV Cipta Rasa Nusantara memang mengajukan permohonan perpanjangan sertifikat halal.

Namun dalam proses perpanjangan dan LP POM MUI melakukan audit, perusahaan itu tidak dapat melengkapi persyaratan untuk memenuhi standar sertifikat halal tersebut hingga waktu yang ditentukan.

Oleh karena tidak bisa memenuhi persyaratan dan tidak ada konfirmasi lebih lanjut, maka MUI Sumut tidak dapat menerbitkan sertifikat halal untuk Bolu Meranti itu.

Hal sama juga terjadi pada produk Risol Gogo yang juga cukup dikenal.

Bedanya perusahaan produsen Gogo tidak lagi mengajukan perpanjangan sertifikat halal yang dimilikinya selama 23 Februari 2010 hingga 22 Februari 2012.

“Artinya benar bahwa kedua produk itu saat ini tidak mengantongi/memiliki sertifikat halal dari LP POM MUI Sumut,” kata Basyaruddin. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER