Ingin Berhaji, Pemuda ini Jalan Kaki dari Pekalongan ke Mekkah

2
921
Mochammad Khamim Setiawan
Mochammad Khamim Setiawan, yang melakukan perjalanan menuju kota suci Mekkah dengan berjalan kaki.

PEKALONGAN – Berita tentang orang jalan kaki dari Surabaya ke Jakarta saja sudah bikin geger netizen. Namun bayangkan, ada orang yang dengan kondisi berpuasa mampu berjalan kaki lintas berbagai negara. Kedengarannya tidak mungkin, namun pemuda Pekalongan ini mampu melakukannya.

Mochammad Khamim Setiawan, 28 tahun, memulai perjalanannya ke Makkah dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dengan berjalan kaki hampir setahun yang lalu.

Dengan menaruh kepercayaan penuhnya pada Allah SWT, dia memulai perjalanannya lebih dari 9.000 km pada tanggal 28 Agustus 2016, dengan berbekal beberapa kemeja, dua pasang celana dan sepatu, selusin pasang kaus kaki, beberapa pakaian dalam, kantong tidur dan tenda, obor portabel, ponsel pintar dan GPS. Sejumlah sedikit uang juga dia siapkan didompetnya.

Dengan membawa satu ransel yang dihiasi dengan bendera Indonesia berukuran kecil, dan mengenakan baju yang bertuliskan ‘Saya dalam perjalanan ke Mekah dengan berjalan kaki’, dia memulai perjalanan kesabaran, perjalanan ketulusan dan perjalanan menemui panggilan Allah SWT.

“Saya yakin akan satu hal, menurut Al-Qu’an, berjalan kaki adalah salah satu keutamaan dalam melaksanakan ibadah haji,” kata Mochammad.

Dia telah menghindari semua hal yang berkaitan dengan duniawi, rela meninggalkan bisnisnya di Indonesia (dia memiliki perusahaan kontraktor yang sedang berkembang). Alasan yang mendasari perjalanannya adalah menguji kekuatan fisik dan spiritualnya, dan yang lebih penting lagi, untuk berbagi pesan harapan, toleransi dan harmoni.

“Saya ingin menyebarkan pesan tentang harapan, toleransi, dan harmoni kepada masyarakat dunia”, itu alasan lain sarjana ekonomi Universitas Negeri Semarang ini seperti dilansir dari Khaleej Times, Rabu (17/5).

“Saya percaya ibadah haji bukan hanya mengajarkan solidaritas sesama muslim saja. Cara saya menunjukkan kepatuhan kepada Allah SWT adalah dengan mempelajari Islam dari berbagai cendikiawan muslim dan bertemu orang-orang dengan berbagai macam keyakinan untuk mempelajari budaya mereka dan menolerirnya,” tegas Mochammad.

Banyak cerita, pengalaman, dan kejadian menarik saat dia menjalankan niat tulusnya tersebut. Mari kita simak.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU