MENU

Berbekal Limbah Tempurung Kelapa, Pria ini Sukses Mendunia

Tak main-main pada Bulan Februari 2017, lewat kerajinan kayu inilah Bendot terbang melalang dunia hingga ke Frankfrut, German, untuk mengikuti Pameran karya seni bertajuk Talents.

“Sambutan di German pun luar biasa positif, kami dapat orderan 1000 kacamata berbahan tempurung dari Italy tapi akhirnya batal karena jelas tidak memungkinkan waktunya dan juga mereka ingin tanpa brand sehingga produk kami tidak dipromosikan,” ungkap Bendot.

​Bendot beralasan tidak rela apabila produksi Indonesia namun dicap sebagai brand luar negeri, apalagi kemudian dijual kembali di Indonesia dengan harga yang selangit.

“Cita-cita ya orang Indonesia tau kalau itu produk asli Indonesia, meski tak semahal produk luar negeri namun produk dalam negeri mendapat tempat di rumahnya sendiri,” ujar Bendot.

Bendot memiliki mimpi untuk dapat mengikuti pameran kacamata terbesar di dunia yang bertajuk Mido Eyewear Show di Milan, Italy pada Februari 2018 mendatang. Selain mempromosikan produknya, iapun memiliki harapan bahwa produk Indonesia dapat bersaing dengan produk yang mendunia lainnya.

Bendot juga berharap, dinas terkait agar lebih jeli untuk melihat usaha mana yang memiliki potensi dan juga mendukung industri kreatif agar semakin maju. (Hanif S/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER