“Hampir semua orang menggunakan kacamata, baik mereka yang memang membutuhkan hingga hanya digunakan sebagai gaya,” ujar Bendot.
Meski diawal sempat dipandang sebelah mata dengan usaha kacamata berbahan kayu, dan tempurung kelapanya, Bendot mampu membuktikan dengan usaha dan semangatnya untuk terus berkembang dengan Brand Tarawangsa.
“Tarawangsa adalah alat musik dari Sumedang. Dulukan saya menekuni usaha pembuatan alat musik itu, hingga akirnya brand Tarawangsa tetap saya pakai untuk produk kacamata ini,” ungkap Bendot.
Dengan semakin maraknya usaha serupa dibidang pembuatan kacamata berbahan kayu, akhirnya Bendot mencoba untuk mengembangkan produk tersebut dengan bahan dasar tempurung kelapa yang mudah didapatkan bahannya.
Bendot mengatakan, meski tempurung kelapa ini sederhana namun ada kriteria tertentu untuk tempurung kelapa yang dapat digunakan sebagai bahan dasar kacamata. Sedangkan untuk tanduk kerbau, menurutnya sejak dulu memang sudah digunakan sebagai bahan dasar kacamata dan juga berbagai aksesoris lainnya termasuk tusuk konde.
“Batok kelapa memiliki kelengkungan yang sama dengan bentuk lensa kacamata, jadi pas banget. Proses pembuatan kacamata dengan batok juga lebih mudah dibanding kayu dan tanduk kerbau,” ujngkap Bendot.
