YOGYAKARTA – Mungkin bagi sebagian orang tempurung kelapa, dan tanduk kerbau adalah limbah yang biasanya hanya dibuang karena dinilai tidak memiliki manfaat. Namun berbeda jika ditangan Bendot Waliyo (45), tempurung kelapa dan tanduk kerbau dapat diolah menjadi kacamata dan berbagai kerajinan tangan lainnya yang memiliki nilai jual tinggi.
Pria asli Purworejo yang merantau ke Yogyakarta sejak SMA ini, memulai usaha ini dirumahnya yang terletak di Dusun Senggotan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Bendot menceritakan kepada SERUJI saaat ditemui di kediamannya, Sabtu (26/8), awal usaha yang dirintisnya dimulai ketika ia memutuskan untuk bersekolah dibidang perkayuan di salah satu SMK di Yogyakarta. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikannya di ISI Yogyakarta dengan mengambil jurusan desain interior, dengan latar belakang itulah ia memutuskan untuk terlebih dulu berwirausaha dibidang meubel.
“Sebelum usaha kacamata, saya memiliki usaha dibidang interior, meubel, hingga pembuatan music ethnic,” ujar bapak dua anak ini.
Jatuh bangun berwirausaha yang dialami tak menggoyahkan tekad Bendot. Pada tahun 2011 dirinya mendapatkan pesanan untuk membuat sampel kacamata berbahan kayu, mulai dari sinilah dirinya mulai melirik usaha pembuatan kacamata berbahan dasar kayu, tempurung kelapa, dan tanduk kerbau karena dinilai lebih memiliki pasar yang luas dibanding usaha yang ia rintis sebelumnya.
