Surabaya Jadi Kota Pertama Gelar Audisi “Bintang Pantura”


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Memasuki tahun ke 5 ajang pencarian bakat “Bintang Pantura” yang digelar salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, Kota Surabaya dijadikan sebagai kota pertama yang gelar audisi terbuka.

Audisi ajang pencarian bakat tersebut di gelar di Hotel Singgasana, Surabaya, Ahad (25/3), diikuti ratusan pendaftar dari Surabaya dan sekitarnya.

Head of Program Communication, Verno Nitiprodjo mengatakan Surabaya sebagai kota pertama yang menggelar audisi ajang pencarian bakat tersebut.

“Setelah Surabaya, audisi berlanjut di Bandung, Jakarta, Serang, Indramayu, Tegal, Pekalongan, Semarang, Malang dan kota lainya,” ungkap Verno di Surabaya, Ahad (25/3).

Audisi pencarian bakat yang ke lima ini, kata Verno diperuntukkan bagi penyanyi dangdut amatir, untuk menyalurkan kemampuan menyanyi dangdut dengan lebih luas.

“Di audisi sebelumnya, banyak peserta yang terkendala batas usia, namun mereka memiliki kemampuan menyanyi dengan suara yang baik, maka audisi sekarang tanpa ada batasan usia,” ujarnya saat sambutan pembukaan audisi di Hotel Singgasana.

Audisi Bintang Pantura
Ratusan pendaftar dari Surabaya dan sekitar mengikuti audisi “Bintang Pantura” yang digelar Tv Swasta nasional di Surabaya, Ahad (25/3/2018). (foto:Devan/SERUJI)

Terpisah, PSRD Division Head, Ekin Gabriel menambahkan, musik dangdut telah menjadi musik yang digemari banyak kalangan, maka melalui “Bintang Pantura” yang digelar salah satu TV swasta tersebut, dapat menyuguhkan penampilan musik dangdut dengan penyanyi lokal dari berbagai daerah.

“Genre dangdut dari tahun ke tahun semakin diminati berbagai kalangan, mulai muda hingga tua, karena keindahan musiknya mampu menarik pecinta musik di Indonesia,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close