Banyak terapi diet yang dapat Anda pilih untuk usaha menurunkan berat badan. Salah satu terapi yang juga kerap dilakukan untuk pelangsingan adalah terapi dengan uap. Tentu Anda sudah familier dengan istilah sauna. Sauna sendiri telah ada sejak abad ke-16. Satu lagi terapi uap yang juga kerap dilakukan adalah terapi uap dengan pembalutan (wrapping).

Wrapping ini baru mulai dikenal pada sekitar tahun 1980-an. Treatment terapi uap untuk pelangsingan biasanya memang merupakan perpaduan antara sauna dan wrapping. “Wrapping memiliki banyak manfaat untuk menurunkan berat badan dan memberikan efek pada kulit,” ujar dr Ernawati Syachrian.

Untuk proses wrapping, Anda harus melakukan pengukuran berat badan. Ini dilakukan untuk mengetahui berat badan pasien sehingga nantinya dapat diketahui pula penurunan berat badan setelah proses terapi. Setelah melakukan pengukuran berat badan, pasien diterapi ke dalam ruang sauna selama 10 sampai 15 menit. Tujuannya untuk membuka pori-pori dengan penguapan dan berguna sebagai detoksifikasi, juga sebagai relaksasi untuk memulai treatment berikutnya. Rasa rileks bisa diberikan dengan bantuan berbagai aromaterapi, seperti jahe dan sereh.

Selanjutnya, dilakukan pemijatan selama kurang lebih setengah jam, untuk meluruskan dan membuat rileks otot-otot yang kaku. Pemijatan dilakukan dengan minyak madu, aloevera, dan berbagai bahan herbal yang juga dapat melembapkan dan menghaluskan kulit.
Baru Anda akan memasuki proses pembalutan atau wrapping dengan plastik khusus (plastik pvc tipis). Pastik tersebut dibalutkan di bagian-bagian tubuh yang ingin dilangsingkan, biasanya di bagian, lengan, paha, dan perut.

Terapi uap untuk slimming sebenarnya merupakan pengganti olahraga. Oleh karena itu biasanya setelah terapi seseorang akan mengalami efek samping berupa dada gemetar dan mual. “Tetapi itu hanya efek sementara saja, tergantung daya tahan tubuh masing-masing orang,” ujarnya.

Terapi uap ini biasanya disarankan dilakukan oleh perempuan berusia 20 tahun ke atas, yang mengalami obesitas, dengan body mass index lebih dari 3. Ibu hamil dan ibu menyusui tidak dianjurkan melakukan terapi ini. Begitu pula dengan orang yang mempunyai penyakit asma dan hipotensi.

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...