Salah satu kain khas Indonesia yang kini banyak dieksplor adalah kain tenun. Indonesia memiliki motif tenun yang khas, misalnya tenun ikat dari Bali, tenun Flores, tenun Sumba, dan tenun Toraja. Warna alam dan motif yang khas, membuat tenun Toraja sebagai salah satu tenun yang banyak dicari.

Tak sedikit pula desainer muslim Indonesia yang menggunakan tenun Toraja pada karya masterpieces-nya. Salah satu yang membuat tenun ini menarik adalah keahlian membuat kain tenun ini diwariskan atau diturunkan dari generasi ke generasi. Hingga kini tenun Toraja merupakan salah satu kerajinan tangan yang keberadaannya terus dilestarikan dan dikembangkan.

Mengenai harga, semakin besar ukuran kainnya akan semakin murah, sedangkan semakin kecil kainnya maka harganya akan semakin mahal. Hal itu dikarenakan rumitnya proses yang dilakukan. Proses ini rumit, karena mereka menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Semua proses ini dilakukan secara manual, sehingga jika kita ingin memesan tenun di sini, akan membutuhkan waktu sekitar dua bulan pengerjaan untuk sebuah kain.

Menenun dalam bahasa Toraja biasa dikenal dengan sebutan Ma’ Tenun. Penduduk Toraja biasa mengunakan Gonggon, alat tenun tradisional dari Toraja. Kain yang biasanya menggunakan warna merah, biru, hitam, putih, dan kuning ini menggunakan bahan serta pewarna yang berasal dari bahan alam yang ada di sekitar mereka. Sehingga kualitas kain yang dihasilkan lebih awet dan ramah lingkungan.

Tenun Toraja tidak hanya merupakan motif fashion masyarakat setempat, namun juga memegang peranan penting dalam berbagai upacara adat. Selain itu, tenun ini juga berfungsi sebagai simbol kemakmuran dan kejayaan bagi para pemiliknya. Zaman dulu hanya orang-orang tertentu seperti bangsawan saja yang mampu memilikinya, namun kini siapa saja bisa memilikinya dan memakainya.

Kain Toraja biasanya bermotif bidang segitiga dan memiliki corak menyerupai panah yang disusun berselang-seling dengan garis zig-zag membentuk pola geometris yang dramatis. Terdapat pula corak kait dan sekon yang merupakan stilasi dari gambaran tubuh manusia. Motif dari tenun Toraja biasanya diperoleh dari meniru ukiran di Tongkonan, rumah adat Toraja, banyak juga yang terinspirasi dari upacara adat dan kehidupan di sekitar mereka.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama