Bekraf: Songket Silungkang Harus Jadi Unggulan Sawahlunto


SAWAHLUNTO – Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menyebutkan sebelum menjadi produk unggulan nasional, Songket Silungkang harus menjadi unggulan Sawahlunto terlebih dahulu.

“Songket Silungkang harus menjadi produk unggulan Sawahlunto sebelum menjadi unggulan nasional, dengan kekuatan dan tradisi yang sudah ada di sini lalu kembangkan,” ujarnya saat menghadiri puncak acara Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2017 di Sawahlunto, Ahad (27/8).

Ia menilai Songket Silungkang masih perlu penyempurnaan, misalnya dari segi disain. Untuk itu, pihaknya tidak ingin lagi hanya menunggu datang dari bawah atau datang dari daerah.

“Songket harus sama-sama kita kembangkan dengan pemahaman selera internasional,” ujarnya.

Menurut Triawan, perlu dilakukan inovasi agar penerapan kain-kain songket bukan hanya sekedar pada pakaian tapi juga barang-barang lainnya, misalnya assesoris atau barang-barang keperluan rumah tangga. “Ini akan kita perluas,” katanya.

Setelah mampu membuat inovasi dan menjaga kualitas, pasar pasti akan terbuka dan yang dibutuhkan kemudian adalah kemampuan Sawahlunto untuk memproduksi lebih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Divestasi Freeport

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close