Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

SERUJI.CO.ID – Suku Sunda adalah suku terbesar kedua setelah Suku Jawa. Sama halnya dengan suku lain di Indonesia. Suku Sunda juga memiliki keunikan tersendiri yang menjadi ciri khas dan jati diri suku ini.

Apa saja keunikan tersebut?

Tradisi Reuneuh Mundingeun

Tradisi ini mulai jarang ditemukan di era milenial. Tradisi ini berlaku untuk kaum wanita Sunda yang sedang hamil 9 bulan ke atas, namun belum melahirkan.

Pada akhirnya, wanita hamil ini dijuluki Reuneuh Mundingeun atau apabila diartikan ke bahasa Indonesia memiliki arti Kerbau Bunting.

Jalannya tradisi ini, wanita hamil akan diarak oleh Indung Beurang (Ibu Siang) untuk mengelilingi rumah dan kandang kerbau sebanyak 7 kali. Selanjutnya si wanita hamil akan dimandikan oleh Indung Beurang dan kembali disuruh masuk ke dalam rumah.

Tradisi Nenjrag Bumi

Tradisi ini dikhususkan untuk bayi yang baru saja lahir. Oleh Sang Indung Beurang, bayi tersebut akan diletakkan di atas tanah kemudian Indung Beurang akan memukulkan palu ke tanah, dekat dengan bayi sebanyak 7 kali.

Selanjutnya Indung Beurang menghentakkan kakinya ke tanah sebanyak 3 kali. Filosofi dari tradisi ini adalah, diharapkan sang bayu menjadi pribadi tangguh yang dapat menaklukan kerasnya dunia.

Tradisi Puput Pusteur

Saat tali pusar bayi terlepas, orang Sunda akan mengadakan acara selamatan yang disebut tradisi puput pusteur ini. Tali pusar yang sudah lepas akan dimasukkan ke dalam kanjut kundang oleh Indung Beurang.

Tali pusar tersebut ditimbun dengan uang logam yang telah dibalut dengan kapas, kemudian akan diikatkan di perut bayi.

Bayi kemudian diberi nama dan dibacakan doa keselamatan sambil disajikan hidangan berupa bubur ketan merah dan bubur ketan putih. Adapun tujuan dari tradisi ini adalah agar kelak saat tumbuh dewasa, bayi dapat hidup rukun dan saling mengasihi dengan saudara-saudaranya. (Nia)

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER