Penyatuan Sunda dan Jawa Lewat Sebuah Nama Jalan

0
90
jalan sunda
Gubernur Jawa Barat Ahmad Haryawan, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Jawa Timu, Soekarwo di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (6/3/2018). (foto:Istimewa)

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Perang Bubat yang berlangsung pada abad ke-14 berdampak besar bagi kehidupan orang Sunda dan Jawa. Perang yang terjadi pada tahun 1279 Saka atau 1357 Masehi ini berlangsung saat pemerintahan Raja Majapahit Hayam Wuruk.

Terjadi perselisihan antara Patih Gajahmada dari Majapahit dan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat yang mengakibatkan tewasnya seluruh rombongan Sunda.

Konon katanya, akibat peristiwa ini orang Sunda dan Jawa tidak bisa disatukan, khususnya dalam hal perkawinan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher menyebutkan ada semacam emosi kolektif antara orang Sunda dan orang Jawa akibat Perang Bubat.

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat tersebut mencoba untuk mengakhiri perselisihan yang terjadi selama 661 tahun antara orang Sunda dan orang Jawa melalui sebuah rekonsiliasi budaya, yakni melalui jalan.

Bertempat di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (6-3-2018), tiga kepala daerah berkumpul. Mereka adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Haryawan, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Jawa Timu, Soekarwo.

Penyatuan dua etnis ini melalui sebuah rekonsiliasi budaya bukan sekadar acara seremonial semata.

Gubernur Aher mengatakan bahwa budaya damai atau rekonsiliasi dapat dibangun melalui kejujuran, hidup berbagi, saling menghormati, dan merawat perbedaan.

Ia menilai sudah bukan saatnya lagi mempertahankan isu-isu emosional dari masa lalu, termasuk mengungkit-ungkit peristiwa Pasunda Bubat.

Walaupun demikian, peristiwa tersebut baru ditulis 2 abad setelahnya, yakni pada abad ke-16 dalam sebuah karya sastra berjudul Kidung Sunda (Kidung Sundayana).

Pasundan Bubat adalah sejarah, kata dia, fakta empiris yang tidak terhapus dari catatan bangsa Indonesia sehingga peristiwa Pasunda Bubat tidak boleh dilupakan namun maafkanlah pihak yang dianggap bersalah.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Temukan Dua Kardus Miras di Pelabuhan Tahuna

MANADO, SERUJI.CO.ID - Polisi menemukan dua dus sekitar 46 botol minuman keras (miras) beralkohol jenis captikus pada sebuah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tahuna,...

Pakde Karwo Pastikan Sanksi ASN Yang Berfoto Tunjukkan Dukungan ke Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan telah memberi sanksi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak netralan di Pilgub Jatim 2018, dengan berfoto...
Korban Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan di RSUD Dr Soetomo Kian Bertambah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korban akibat menenggak minuman keras kian bertambah di Surabaya. Hingga kini terhitung sudah puluhan korban miras merasakan pesakitan di Rumah Sakit,...

Menangkan Pemilu 2019, Gerindra Bentuk Laskar Merah Putih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra Jatim tampaknya tak setengah-setengah dalam mengejar target Pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menargetkan sebanyak-banyaknya perolehan pemilu...

IFC: Indonesia Diharapkan Jadi Mode Busana Muslim Dunia

BOGOR, SERUJI.CO.ID - National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi menawarkan program konkrit membawa dunia ke Indonesia untuk...