Penyatuan Sunda dan Jawa Lewat Sebuah Nama Jalan

0
142
jalan sunda
Gubernur Jawa Barat Ahmad Haryawan, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Jawa Timu, Soekarwo di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (6/3/2018). (foto:Istimewa)

BANDUNG, SERUJI.CO.ID –┬áPerang Bubat yang berlangsung pada abad ke-14 berdampak besar bagi kehidupan orang Sunda dan Jawa. Perang yang terjadi pada tahun 1279 Saka atau 1357 Masehi ini berlangsung saat pemerintahan Raja Majapahit Hayam Wuruk.

Terjadi perselisihan antara Patih Gajahmada dari Majapahit dan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat yang mengakibatkan tewasnya seluruh rombongan Sunda.

Konon katanya, akibat peristiwa ini orang Sunda dan Jawa tidak bisa disatukan, khususnya dalam hal perkawinan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher menyebutkan ada semacam emosi kolektif antara orang Sunda dan orang Jawa akibat Perang Bubat.

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat tersebut mencoba untuk mengakhiri perselisihan yang terjadi selama 661 tahun antara orang Sunda dan orang Jawa melalui sebuah rekonsiliasi budaya, yakni melalui jalan.

Bertempat di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (6-3-2018), tiga kepala daerah berkumpul. Mereka adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Haryawan, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Jawa Timu, Soekarwo.

Penyatuan dua etnis ini melalui sebuah rekonsiliasi budaya bukan sekadar acara seremonial semata.

Gubernur Aher mengatakan bahwa budaya damai atau rekonsiliasi dapat dibangun melalui kejujuran, hidup berbagi, saling menghormati, dan merawat perbedaan.

Ia menilai sudah bukan saatnya lagi mempertahankan isu-isu emosional dari masa lalu, termasuk mengungkit-ungkit peristiwa Pasunda Bubat.

Walaupun demikian, peristiwa tersebut baru ditulis 2 abad setelahnya, yakni pada abad ke-16 dalam sebuah karya sastra berjudul Kidung Sunda (Kidung Sundayana).

Pasundan Bubat adalah sejarah, kata dia, fakta empiris yang tidak terhapus dari catatan bangsa Indonesia sehingga peristiwa Pasunda Bubat tidak boleh dilupakan namun maafkanlah pihak yang dianggap bersalah.

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama