Ketika Politisi Kawakan Diperdaya oleh Pemain Teater (1)

Puisi Esai oleh: Denny JA

Mereka bukan politisi biasa
Sudah cicipi asam dan garam
di hadapan wartawan
Mereka berseru:

Ini lampaui batas
Kritik dijawab aniaya
Seorang Ibu bonyok wajah
Mengapa membungkam warga negara?

Kami minta
Penganiaya ditangkap!! (2)
Segera!

(Hadirin terkesima
Betapa serius masalah
Api menyala)


-000-

Mereka bukan aktivis biasa
Sudah daki banyak gunung
Di ruang itu
Pekik solidaritas menggema:

“Ia memang pedas pada rezim
Tapi ia jujur
Mengapa ia dianiaya
Ayo polisi: kerja!
Tangkap pelaku
Jika tidak, pemerintah tertuduh!

(ruangan penuh sorak sorai
Para aktivis membara
Api semakin menyala) (3)

-000-

Mereka bukan sembarang pemikir
dan bukan pula pemikir sembarang
Sudah selami aneka samudra
Pesannya tegas:

Saya percaya wanita ini
Ia hanya kritis
“Kok digebuk!”
Zaman pak Harto saja
Tak pernah ia digebuk! 4)

Terlalu!

(Publik terdiam
Api makin menyala)

Berita menyebar
Ke pelosok negeri

Seorang wanita
Dianiaya, dipukul, diterjang, diinjak
Sembab wajahnya
Babak belur itu mata
Hanya karena sikap politik
Gempar satu negara
Sungguh terlalu

-000-

Sementara di pojok kamar
Sendiri
Wanita yang konon dianiaya
menangis
Mohon ampun

Api membara
membakar satu negri
Tak ia duga

Dalam hati ia berucap
Aku hanya menjaga penampilan
Apa salahnya operasi plastik?
Usia tua bukan alasan
Tampil menarik itu panggilan

Tapi mengapa wajahku sembab?
Aku terpana

Anakku bertanya
Ibu, ada apa?
Teman seperjuang bertanya,
kakak, mengapa? (5)

Ku tak ingin orang tahu
Soal operasi kecantikan
itu wilayah pribadiku
Kukatakan saja
Aku dianiaya
Habis perkara!

Tapi ini media
Astaga! Foto sembabku
dimana dimana
Astaga! Mereka semua percaya
Astaga! Mereka bergerak

Kisahku menjadi peluru
Bagi senapan mereka yang ganas
Ceritaku menjadi mesiu
Untuk meriam perang

Rezim diterjang
Rezim diganyang
Rezim dicincang

Ya Allah,
Maafkan aku

Aku harus tahu
Kapan perlu berhenti
Kuceritakan saja semua
Habis perkara!

Itu aniaya, bohong belaka
Ampun anakkku
Ampun teman seperjuangan

-000-

Meledak itu berita
Ternyata tak ada itu
Tak ada aniaya (6)

Para politisi kawakan terperangah!
Tak ada aniaya
Para aktivis kawakan terperangah!
Tak ada aniaya
Para cendikiawan ulung terperangah!
Tak ada aniaya

Ibu pertiwi menangis
Berseru dalam diri
Ada apa?
Siapa yang bisa menjaga aku?
Jika pemimpinnya mudah dikecoh
Jika aktivisnya mudah ditipu
Jika pemikirnya mudah diperdaya
hanya oleh
seorang pemain teater
Ya, hanya oleh
Bintang teater saja

Oktober 2018


Catatan Kaki:

1. Puisi esai mini ini diinspirasi oleh kisah Ratna Sarumpaet yang semula dikira dianiaya orang tak dikenal hingga wajahnya bonyok dalam situasi pemilihan presiden 2019. Ratna diduga dianiaya karena sikap kritisnya pada Presiden Jokowi

2. Para pemimpin politik bahkan menggelar konferensi pers. Juga diberitakan Gerindra meminta pelaku aniaya Ratna Sarumpaet ditangkap:

https://news.detik.com/berita/4238435/gerindra-minta-penganiaya-ratna-sarumpaet-ditangkap

3. Para aktivis berkumpul solidaritas untuk Ratna Sarumpaet:

https://nasional.tempo.co/amp/1132362/aktivis-berkumpul-suarakan-solidaritas-untuk-ratna-sarumpaet

4. Termasuk ekonom dan aktivis kawakan Rizal Ramli membuat pernyataan publik protes karena Ratna Sarumpaet digebuk:

https://m.suara.com/amp/news/2018/10/03/135520/rizal-ramli-ratna-sarumpaet-bukan-perempuan-genit

5. Ratna bercerita ia berbohong awalnya menjawab pertanyaan keluarga soal wajah yang sembab:

http://style.tribunnews.com/amp/2018/10/03/kronologi-ratna-sarumpaet-berbohong-berawal-dari-keluarga-hingga-jadi-viral-di-medsos

6. Dengan menahan tangis, Ratna mengakui tak ada aniaya atas dirinya. Itu hanya efek operasi plastik belaka

http://m.tribunnews.com/amp/nasional/2018/10/03/sambil-menangis-ratna-sarumpaet-tidak-ada-penganiayaan-itu-hanyalah-cerita-karangan

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.