Enam Abad Lalu Pinisi Berlayar Hingga Australia

0
233
  • 2
    Shares
Phinisi
Kapal Pinisi. (Foto: Istimewa)

SERUJI.CO.ID – Abad ke-13 hingga ke-16 merupakan masa kejayaan pelayaran Eropa saat para pelaut Spanyol, Portugis dan Italia menjelajahi benua-benua di luar negeri-negeri mereka dalam ekspedisi mencari “dunia baru”.

Marco Polo, seorang pedagang, penjelajah dan penulis dari Venisia, Italia yang hidup pada 1254-1324 diyakini menjadi orang Eropa pertama yang menjejakkan kaki di negeri China, sedangkan Christopher Columbus dikenal sebagai pelaut Spanyol dan orang Eropa pertama yang tiba di Kepulauan Bahama, Benua Amerika pada 1492.

Sementara itu, ekspedisi laut Portugis yang dilakukan oleh Vasco da Gama pada 1497-1499 mengantarkannya hingga tiba di India. Bahkan, pelaut Portugis Ferdinand Magellan dalam ekspedisi laut hingga ke Hindia Timur pada 1519-1522, yang mencakup wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, menyeberangi Laut Banda dari arah utara, kemudian ke selatan melewati Nusa Tenggara.

Dalam catatan perjalanannya, Magellan sempat singgah di Tidore pada 8 November 1521, di Kepulauan Ambon pada 29 Desember 1521, dan pada 25 Januari 1522 kapalnya yang bernama “Victoria” bersandar di Timor.

Para pelaut Eropa pada masa itu mengelilingi dunia dengan kapal-kapal layar yang dilengkapi peralatan dan kemampuan navigasi laut yang masih sederhana. Tujuan utamanya, mencari “dunia baru” yang konon kabarnya kaya akan rempah-rempah khas daerah tropis dan menguasai kekayaan alam yang tak ada bandingannya di wilayah Eropa yang dingin tersebut.

Di masa yang sama, para pelaut dari masyarakat Konjo, yang merupakan suku Bugis dari Sulawesi Selatan sesungguhnya pun telah mengarungi samudera yang tak hanya sebatas wilayah Nusantara, namun mereka juga berlayar hingga Asia Tenggara dan Australia. Bahkan, Madagaskar di Afrika pernah menjadi persinggahan pelaut Bugis.

Lain halnya dengan para pelaut Eropa yang memiliki misi penjajahan atas dunia timur, tujuan pelayaran para pelaut Bugis adalah untuk berdagang dengan para saudagar dari daerah lain sembari mengangkut hasil bumi dari Sulawesi.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU