Denyut Teater Greget Jantuk Betawi

0
28

Jakarta, Seruji.com—Pertengahan Desember lalu Taman Ismail Marzuki menampilkan GregetJantuk. Diselingi oleh tarian penuh tenaga berunsur gerakan pencak silat dan tarian Betawi yang kental, drama penuh canda-tawa mengalir lancar.

Pertunjukan Topeng Betawi ini merupakan perpaduan seni musik, seni tari, dan seni rupa sekaligus. Sejatinya, kesenian tradisional-kontemporer ini termasuk ke dalam ragam seni teater.

Identitas asli Metropolitan Jakarta adalah budaya Betawi yang unik. Sederet perwujudan budaya Betawi yang kaya itu, antara lain pencak silat palang pintu, boneka ondel-ondel,  tanjidor, Tari Belenggo, dan Tari Lenggang Nyai. Kesenian-kesenian itu biasanya ditampilkan menjelang temu pengantin, acara sunatan, acara budaya resmi pemerintah, dan acara budaya masyarakat umum.

Mengobati kerinduan para penonton, pertunjukan GregetJantuk yang memadukan berbagai unsur kesenian Betawi dalam sebuah pertunjukan teater itu memunculkan kembali seni topeng Betawi Jantuk yang sudah mulai jarang dipertunjukkan. Kemunculan Topeng Jantuk dalam sebuah karya seni kontemporer melahirkan kembali teater tradisional yang kaya akan makna.

Penampilannya di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki yang gedongan dengan pencahayaan dan tata suara yang bermutu tinggi seakan menaikkan kelas sebuah pertunjukan rakyat.  Taman Ismail Marzuki memang dibangun demi visi kebudayaan mendiang Gubernur Ali Sadikin untuk mewujudkan Jakarta sebagai ibukota kebudayaan Indonesia.

Namun,seperti yang telah diungkapkan oleh Irawan Karseno, terjadi ironi karena anggaran Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai penyelenggara pertunjukan ini ternyata sangatlah kecil, dan itu pun masih harus berbagi dengan kegiatan lain, seperti lomba menulis novel dan puisi.

Anggaran DKJ ialah sekitar Rp 5 miliar per tahun. Jauh di bawah anggaran olah raga di DKI yang sekitar Rp800 miliar. Hal ini juga kontras jika dibandingkan dengan hura-hura perayaan Tahun Baru yang berbiaya sangat mahal.

Sedangkan,seperti yang diketahui, Pendapatan Daerah Pemprov DKI Jakarta Tahun 2015 sangatlah besar, yaitu senilai Rp 44,21 triliun (78,51 persen dari anggaran Rp 56,3 triliun).

Yayasan Seni Ratna yang menampilkan kesenian Topeng Betawi Greget Jantuk ini telah lama bergiat dalam kesenian Betawi. Sederet prestasi internasional pernah diraih olehlembaga yang didirikan pada 1975.Sejumlah acara yang telah diikuti,antara lain World Drum Festival di Sydney, Australia (1988), Festival Mundial De Danzas Folkrolicasdi Palmade Mallorca, Spanyol (2001), Anugerah Budaya Gubernur DKI Jakarta (2006), dan Misi Kebudayaan Betawi ke Museum Peranakan di Singapura (2011). Yayasan yang sekarang dipimpin oleh Entong Sukirman Kisam inisudahberanggotakan 20 orang seniman.(NA)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

UMK

Ini Besaran UMK 2018 Untuk Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2018 untuk 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Ketetapan ini sesuai Pergub...
Deddy Mizwar

Deddy Mizwar Bersafari Politik ke PPP

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar atau Demiz melanjutkan safari politiknya dengan mengunjungi Kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat di...
Ujian Panwascam

190 Peserta Ikut Ujian Tertulis Panwascam Kota Langsa

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID - Menjelang pelaksanaan perhelatan politik pada pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2019 mendatang, Panitia Pengawas Pemilu...

KANAL WARGA TERBARU

follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...
IMG_20160730_110512

B29, Sebuah Negeri di Atas Awan

Kali ini saya akan menulis tentang acara mbolang saya dengan Miya hari Sabtu pekan lalu. Kami sepakat memutuskan pergi Jumat malam sekitar pukul 9...