Denyut Teater Greget Jantuk Betawi

Jakarta, Seruji.com—Pertengahan Desember lalu Taman Ismail Marzuki menampilkan GregetJantuk. Diselingi oleh tarian penuh tenaga berunsur gerakan pencak silat dan tarian Betawi yang kental, drama penuh canda-tawa mengalir lancar.

Pertunjukan Topeng Betawi ini merupakan perpaduan seni musik, seni tari, dan seni rupa sekaligus. Sejatinya, kesenian tradisional-kontemporer ini termasuk ke dalam ragam seni teater.

Identitas asli Metropolitan Jakarta adalah budaya Betawi yang unik. Sederet perwujudan budaya Betawi yang kaya itu, antara lain pencak silat palang pintu, boneka ondel-ondel,  tanjidor, Tari Belenggo, dan Tari Lenggang Nyai. Kesenian-kesenian itu biasanya ditampilkan menjelang temu pengantin, acara sunatan, acara budaya resmi pemerintah, dan acara budaya masyarakat umum.

Mengobati kerinduan para penonton, pertunjukan GregetJantuk yang memadukan berbagai unsur kesenian Betawi dalam sebuah pertunjukan teater itu memunculkan kembali seni topeng Betawi Jantuk yang sudah mulai jarang dipertunjukkan. Kemunculan Topeng Jantuk dalam sebuah karya seni kontemporer melahirkan kembali teater tradisional yang kaya akan makna.


Penampilannya di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki yang gedongan dengan pencahayaan dan tata suara yang bermutu tinggi seakan menaikkan kelas sebuah pertunjukan rakyat.  Taman Ismail Marzuki memang dibangun demi visi kebudayaan mendiang Gubernur Ali Sadikin untuk mewujudkan Jakarta sebagai ibukota kebudayaan Indonesia.

Namun,seperti yang telah diungkapkan oleh Irawan Karseno, terjadi ironi karena anggaran Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai penyelenggara pertunjukan ini ternyata sangatlah kecil, dan itu pun masih harus berbagi dengan kegiatan lain, seperti lomba menulis novel dan puisi.

Anggaran DKJ ialah sekitar Rp 5 miliar per tahun. Jauh di bawah anggaran olah raga di DKI yang sekitar Rp800 miliar. Hal ini juga kontras jika dibandingkan dengan hura-hura perayaan Tahun Baru yang berbiaya sangat mahal.

Sedangkan,seperti yang diketahui, Pendapatan Daerah Pemprov DKI Jakarta Tahun 2015 sangatlah besar, yaitu senilai Rp 44,21 triliun (78,51 persen dari anggaran Rp 56,3 triliun).

Yayasan Seni Ratna yang menampilkan kesenian Topeng Betawi Greget Jantuk ini telah lama bergiat dalam kesenian Betawi. Sederet prestasi internasional pernah diraih olehlembaga yang didirikan pada 1975.Sejumlah acara yang telah diikuti,antara lain World Drum Festival di Sydney, Australia (1988), Festival Mundial De Danzas Folkrolicasdi Palmade Mallorca, Spanyol (2001), Anugerah Budaya Gubernur DKI Jakarta (2006), dan Misi Kebudayaan Betawi ke Museum Peranakan di Singapura (2011). Yayasan yang sekarang dipimpin oleh Entong Sukirman Kisam inisudahberanggotakan 20 orang seniman.(NA)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Pajak Turun Jadi 1%, Inilah 4 Lokasi Hunian Mewah yang Diincar Konglomerat di Jakarta

Pemberlakuan aturan baru tentang pajak hunian mewah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.03/2019, digadang-gadang dapat memberikan angin segar terhadap penjualan properti khususnya di segmen atas. Aturan baru tersebut merevisi harga ambang rumah mewah dari Rp 20 miliar menjadi 30 Miliar per unit. Kemudian juga menurunkan tarif untuk pajak barang mewah dari 5% menjadi 1%.

Hindari Terjadinya Rush Money, Pakar Keamanan Minta Bank Mandiri Segera Pulihkan Sistem

Pakar keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr Pratama Persadha menyarankan agar Bank Mandiri segera memulihkan sistem guna mencegah pengambilan dana besar-besaran dari bank (rush money).

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi