Walau Suramadu Digratiskan Jokowi, BPN Prabowo Yakin Tetap Menang di Madura

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi mengubah status jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dari jalan tol menjadi jalan umum, dianggap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tidak akan berpengaruh pada perolehan suara capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi di pulau Madura.

“Tidak akan pengaruh, kami yakin Prabowo-Sandi menang dan perolehan suaranya bisa meningkat,” kata Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/10).

Baca juga: Keluarga Madura Sayangkan Pihak-Pihak Yang Persoalkan Penggratisan Suramadu

Yandri yakin pihaknya akan bisa kembali memenangkan suara di Madura, yang pada pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 Jokowi kalah telak di pulau garam tersebut

Menurut Yandri, dukungan masyarakat Madura sangat tingga pada Prabowo-Sandi, terbukti dari kunjungan cawapres Sandiaga ke sana, disambut antusias masyarakat.

“Sandi sudah ke Madura dan Prabowo akan kesana lalu ada pertemuan para ulama yang mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Sandi. Kami meyakini Prabowo-Sandi menang,” ujarnya.

Baca juga: Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

Yandri yang merupakan Ketua DPP PAN itu menilai masyarakat Madura sudah cerdas dan paham kondisi kekinian. Karena itu dia meyakini masyarakat Madura tidak mau persoalan nasional disandingkan hanya dengan program menggratiskan jembatan Suramadu.

“Saya tidak tahu alasan mendasar Presiden Jokowi yang tiba-tiba menggratiskan jembatan Suramadu namun selama untuk rakyat, tidak masalah,” tukasnya. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER