Walau Berstatus Tahanan KPK, Syahri Tetap Akan Dilantik Sebagai Bupati Tulungagung

6
43
  • 21
    Shares
Kader PDIP Korupsi
Syahri Mulyo (tengah), Bupati Tulungagung non aktif. (foto:istimewa)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memenangkan pemilihan Bupati (Pilbub) 2018 lalu, Syahri Mulyo dijadwalkan dilantik sebagai Bupati Tulungagung bersama dengan 14 Kepala Daerah Kota/Kabupaten di Jawa Timur lainnya.

Sesuai dengan jadwal yang sudah diedarkan Kemendagri, seharusnya Syahri akan dilantik di Gedung Grahadi, Surabaya pada tanggal 24 September mendatang. Namun berhubung Syahri menjadi tahanan KPK karena kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di daerahnya, maka Syahri akan dilantik di Gedung Kemendagri Jakarta pada tanggal 25 September 2018.

“Tetap saya yang melantik, tapi di Kantor Kemendagri bukan di Gedung Grahadi,” ungkap Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (11/9).

Baca juga: Walau Ditahan Akibat OTT KPK, Petahana Tulungagung Ini Menang di Real Count KPU

Dijelaskan oleh pria yang akrab disapai Pakde Karwo ini, pelantikan di Kemendagri tersebut sesuai dengan arahan yang diberikan oleh KPK.

“Selepas dilantik, akan dikembalikan ke tahanan KPK. Selanjutnya akan dibahas bagaiman lanjutannya. Karena bagaimanapun regulasinya belum ada,” ujar Pakde Karwo.

Syahri Mulyo yang merupakan politisi PDI Perjuangan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 8 Juni 2018, menjelang hari pencoblosan pada 27 Juni 2018.

Baca juga: KPK Resmi Tahan Bupati Tulungagung

Walau berada dalam tahanan KPK, Syahri yang merupakan petahana Bupati Tulungagung memenangkan Pilgub Tulungagung dengan selisih suara telak bersama pasangan Wakilnya Maryoto Birowo yang meraup 59,8 persen dibanding kompetitornya, Margiono-Eko Prisdianto, yang hanya memperoleh 40,2 persen suara.

Syahri Mulyo-Maryoto Birowo diusung oleh PDIP dan Partai NasDem. Sementara Margiono-Eko Prisdianto diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari Partai PKB, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai PAN, Partai PKS, Partai PPP, serta Partai PBB. (ARif R)

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU