Ustadz Alfian Tanjung Divonis Dua Tahun Penjara

4
438
Sidang ustadz Alfian Tanjung
Sidang terdakwa ustadz Alfian Tanjung di PN Surabaya. (Foto: Setya/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID –  Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya memvonis dua tahun penjara kepada ustadz Alfian Tanjung, Rabu (13/12). Hakim menilai ustadz Alfian terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian saat memberikan ceramah di Masjid Al Mujahidin Tanjung Perak pada Februari 2017 lalu.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan deskriminasi ras dan etnis,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Dedi Fardiman.

Alfian dinyatakan terbukti melanggar Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b butir 2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis. Hakim juga memerintahkan terdakwa untuk ditahan. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu lebih ringan satu tahun dibanding tuntutan jaksa.

Menanggapi vonis itu, ustadz Alfian dan tim kuasa hukumnya memutuskan banding.
“Saya menyatakan banding,” kata ustadz Alfian sesaat setelah hakim membacakan amar putusan sembari disambut takbir pendukungnya.
Adapun jaksa dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak menyatakan pikir-pikir.
Kuasa hukum ustadz Alfian Tanjung, Abdullah Alkatiri, menyampaikan alasan banding karena putusan tak sesuai dengan fakta persidangan, dan dia menyebut dasar putusan majelis hakim berdasarkan transkrip yang bukan alat bukti yang sah.
“Flashdisk oleh majelis hakim diakui sebagai alat bukti. Padahal sudah jelas flashdisk tak melalui uji forensik sehingga tak sah sebagai alat bukti,” jelasnya.
Tidak hanya itu, kata Alkatiri, dalam kasus ini tak ada korban sehingga putusan tersebut masuk delik materiil.
“Tak ada yang dirugikan kok diputus bersalah,” tandasnya.
Kasus ini bermula dari sebuah video yang diunggah di YouTube pada 26 Februari 2017. Saat itu, Ustadz Alfian Tanjung menyampaikan kuliah subuh di Masjid Al Mujahidin Perak Surabaya. Ia dilaporkan oleh seorang warga Surabaya, Jawa Timur, bernama Sujatmiko lantaran diduga memberikan ceramah dengan materi tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Komunis Cina (PKC).
Sidang pada hari ini diwarnai aksi unjuk rasa di depan PN Surabaya oleh ratusan pendukung ustadz Alfian dari sejumlah ormas Islam dari pelbagai daerah. Berkostum putih-putih, perwakilan dari mereka berorasi menyatakan bahwa ustadz Alfian merupakan figur perlawanan melawan komunis di Indonesia.
Mereka, yang sebagian besar dari Front Pembela Islam (FPI), kemudian membubarkan diri setelah tim kuasa hukum ustadz Alfian menjelaskan hasil sidang putusan kepada peserta unjuk rasa. Diiringi takbir dan yel-yel perjuangan, secara berkelompok mereka meninggal PN Surabaya. (Setya/SU02)

Komentar

BACA JUGA
pistol, senjata api

Polres Rokan Hulu Buru Sindikat Rampok Bersenjata

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Rokan Hulu, Provinsi Riau memburu sindikat rampok bersenjata api yang beraksi di sebuah perusahaan ekspedisi dan berhasil membawa kabur uang...

Yusril Usulkan KPU Verifikasi Faktual Ulang PBB

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengusulkan kepada Komisi Pemilih Umum (KPU) untuk melakukan verifikasi faktual ulang terhadap partainya. "Dalam...

Wiranto: Indonesia Siap Bantu Negara Kawasan Pasifik Selatan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Indonesia akan membantu negara-negara yang berada di kawasan Pasifik Selatan sesuai dengan keinginan yang dibutuhkan. "Bantuan yang diminta negara Pasifik Selatan seperti...

Tersandung Narkoba, Nasdem Gorontalo Pecat Ketua DPD

GORONTALO, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat, atau Nasdem Provinsi Gorontalo secara resmi memberhentikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Pohuwato berinisial...

Mediasi Gagal, PBB Akan Lawan KPU Hingga Pengadilan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gagal memediasi antara Partai Bulan Bintang (PBB) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait kasus tidak diloloskannya PBB...
loading...
Al Battani

Penemu Kala Revolusi Bumi Ternyata Muslim

Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Revolusi bumi ini bisa terjadi akibat tarik menarik antara gaya gravitasi bumi dengan gaya gravitasi...
IMG-20180222-WA0084

PANWASLU KABUPATEN MESUJI RAKOOR TENTANG PENANGANAN PELANGGARAN PEMILU

Pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2018, Panwaslu Kabupaten Mesuji mengadakan Rapat Koordinasi dengan peserta Anggota Panwascam Divisi Penindakan dan Divisi SDMO serta 1...
Talonsong

Talonsong

Talonsong, sebuah kata dalam bahasa Minang, yang sering dituturkan ditengah masyarakatnya.  Talonsong, padanannya dalam bahasa indonesia yang tepat adalah terlanjur.  Jika talonsong,  maka semuanya...