Usai Pleno Besok, KPU Akan Umumkan Hasil Tim Investigasi Surat Suara Tercoblos di Malaysia


KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari menegaskan hasil pencarian fakta dugaan surat suara tercoblos di Kajang dan Bangi Kuala Lumpur, Malaysia, akan diumumkan usai rapat pleno KPU dan Bawaslu di Jakarta, Sabtu (13/4).

Hasyim Asyari mengemukakan hal itu dalam jumpa pers di KBRI Kuala Lumpur, Jumat (12/4), usai mengadakan pertemuan dengan anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur dan meninjau gudang penyimpanan surat suara Pemilu 2019 di tempat yang sama.

Saat jumpa pers, Hasyim didampingi anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo, Ketua PPLN Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat dan anggota KPU RI Ilham Saputra, Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara dan anggota Panwaslu.

“Kami dari tim KPU dan Bawaslu datang ke Kuala Lumpur untuk mengklarifikasi beredarnya video yang ramai diperbincangkan kemarin. Karena itu kami segera mencari informasi dan fakta atau fact finding sebenarnya ada apa? Karena itu informasi pertemuan KPU dan PPLN serta Bawaslu dan Panwaslu akan jadi bahan pertemuan bersama untuk saling cross check di antara fakta-fakta itu apa yang terjadi dalam pandangan PPLN dan Panwaslu ,” jelasnya.

KPU dan Bawaslu Akan Tinjau Lokasi Penemuan Surat Suara Sudah Tercoblos

Surat suara (ilustrasi)

Setelah ini, ujar Hasyim, pihaknya bersama Bawaslu akan melakukan kunjungan ke lokasi tempat dugaan penemuan surat suara tercoblos di Kajang, Selangor, untuk mengetahui di dalamnya ada apa. Kemudian KPU membuat analisis yang akan disampaikan hasilnya pada Sabtu (13/4).

Hasyim menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan keaslian penemuan surat suara yang diduga sudah dicoblos tersebut.

Ia menegaskan pemungutan suara melalui pos dan Kotak Suara Keliling (KSK) di KBRI Kuala Lumpur masih terus berlangsung hingga sebelum penghitungan suara (17/4).

​​​​​​​Hasyim mengatakan dalam pertemuan dengan PPLN Kuala Lumpur, pihaknya hanya menggali data-data tentang kegiatan Pemilu 2019 di Kuala Lumpur.

“Dari situ kita bisa melihat ada fakta ini dan itu, mengapa begini dan mengapa begitu,” katanya.

​​​​​​​Hasyim mengatakan gudang penyimpanan logistik PPLN Kuala Lumpur ada di dua ruang pertemuan KBRI Kuala Lumpur, yakni di Aula Hasanuddin dan Diponegoro. Sedangkan satu lagi di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close