Tjoe Eng Siong dan Then Liuk Moy Tetap Semangat Menggunakan Hak Pilihnya

3
350
Pilkada DKI 2017
Then Liuk Moy, 75 tahun, yang menderita sakit pengeroposan tulang, tetap semangat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI 2017. (Foto: Jarot Sumarjono/Seruji)

JAKARTA – Setiap warga negara Indonesia berhak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan anggota legislatif, pemilihan kepala daerah, dan pemilihan presiden, meskipun dalam kondisi keterbatasan sekali pun, selama masih sadar. Hak pilih tersebut memang dilindungi oleh UU Pemilu yang ada di Indonesia.

Pada Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua yang diselenggarakan hari ini, Rabu (19/2) terdapat pemilih-pemilih yang memiliki keterbatasan pada fisiknya, namun tetap menggunakan hak pilihnya.

Sebut saja Tjoe Eng Siong, warga RT 03 RW 04, kelurahan Kotabambu Selatan, kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, seorang pria (58 tahun) yang menderita stroke selama 6 tahun, tetap semangat memberikan hak pilihnya pada Pilkada Jakarta putaran kedua tersebut. Dia tidak mau hak suaranya hilang, seperti yang diungkapkan Desi Ariyani, puteri keduanya kepada SERUJI.

Tjoe Eng Siong yang menderita stroke selama 6 tahun, tetap semangat memberikan hak pilihnya pada Pilkada Jakarta putaran kedua. (Foto; Jarot Sumarjono/Seruji)

“Ayah saya tidak mau hak pilihnyanya hilang pada Pilkada DKI Jakarta. Jadi ia tetap memberikan hak pilihnya, meskipun kami harus memapahnya menuju TPS tempat kami terdaftar”, ungkap Desi.

Hal serupa juga terlihat pada Then Liuk Moy, seorang ibu (75 tahun), warga RT 04 RW 04, kelurahan Kotabambu Selatan, kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, yang menderita sakit pengeroposan tulang, juga tetap semangat menggunakan hak pilihnya, meskipun harus dipapah oleh suaminya, Jong Tjze Kioeu (80 tahun).

“Sejak pilkada yang lalu tahun 2012, kami berdua selalu menggunakan hak pilih kami”, ungkap Jong kepada SERUJI.

Tjoe Eng Siong dan Then Liuk Moy adalah warga negara Indonesia yang harus ditiru oleh warga negara Indonesia lainnya dalam menggunakan hak pilihnya pada setiap pemilu yang diselenggarakan di negara ini. Meski berada dalam kondisi keterbatasan fisik, mereka tidak ingin hak pilihnya hilang atau memilih sebagai golput di negara yang berbentuk demokrasi ini.

 

CJ: Jarot Sumarjono
EDITOR: Iwan Y

Komentar

BACA JUGA

Diduga Hirup Gas Beracun di Kapal, Empat Buruh Tewas

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID - Empat orang buruh pelabuhan dan seorang petugas kesehatan yang bertugas sebagai tim kesehatan PT Pelindo Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tewas diduga karena...

Serang Markas Tentara Afghanistan, Gerilyawan Taliban Tewaskan 18 Orang

LASHKAR GAH, SERUJI.CO.ID - Serangkaian serangan petempuran di Afghanistan menewaskan lebih dari 20 orang, kata pejabat pada Selasa (20/2). Serangan tersebut terjadi menjelang penyelenggaraan pertemuan...
madura united

Fabiano Terpeleset Sebabkan Madura United Kalah dari Persebaya

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Fabiano Beltrame terpeleset saat melakukan eksekusi penalti dan bola tendangannya melayang di atas mistar Persebaya, sehingga Madura United menelan kekalahan pada...
madura united

Kalah dari Persebaya, Mario Gomes Lakukan Evaluasi Tim Madura United

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Pelatih Madura United FC Mario Gomes De Oliviera menyatakan, dirinya perlu melakukan evaluasi terhadap tim secara menyeluruh setelah dikalahkan Persebaya Surabaya...

Menang Atas Benevento, Inter Milan Peluang Lolos Fase Grup Liga Champions

MILAN, SERUJI.CO.ID - Gol-gol di babak kedua dari dua bek tengah Milan Skriniar dan Andrea Ranocchia membawa Inter Milan menang 2-0 atas tamunya yang...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...