Tjoe Eng Siong dan Then Liuk Moy Tetap Semangat Menggunakan Hak Pilihnya

3
382
Pilkada DKI 2017
Then Liuk Moy, 75 tahun, yang menderita sakit pengeroposan tulang, tetap semangat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI 2017. (Foto: Jarot Sumarjono/Seruji)

JAKARTA – Setiap warga negara Indonesia berhak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan anggota legislatif, pemilihan kepala daerah, dan pemilihan presiden, meskipun dalam kondisi keterbatasan sekali pun, selama masih sadar. Hak pilih tersebut memang dilindungi oleh UU Pemilu yang ada di Indonesia.

Pada Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua yang diselenggarakan hari ini, Rabu (19/2) terdapat pemilih-pemilih yang memiliki keterbatasan pada fisiknya, namun tetap menggunakan hak pilihnya.

Sebut saja Tjoe Eng Siong, warga RT 03 RW 04, kelurahan Kotabambu Selatan, kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, seorang pria (58 tahun) yang menderita stroke selama 6 tahun, tetap semangat memberikan hak pilihnya pada Pilkada Jakarta putaran kedua tersebut. Dia tidak mau hak suaranya hilang, seperti yang diungkapkan Desi Ariyani, puteri keduanya kepada SERUJI.

Tjoe Eng Siong yang menderita stroke selama 6 tahun, tetap semangat memberikan hak pilihnya pada Pilkada Jakarta putaran kedua. (Foto; Jarot Sumarjono/Seruji)

“Ayah saya tidak mau hak pilihnyanya hilang pada Pilkada DKI Jakarta. Jadi ia tetap memberikan hak pilihnya, meskipun kami harus memapahnya menuju TPS tempat kami terdaftar”, ungkap Desi.

Hal serupa juga terlihat pada Then Liuk Moy, seorang ibu (75 tahun), warga RT 04 RW 04, kelurahan Kotabambu Selatan, kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, yang menderita sakit pengeroposan tulang, juga tetap semangat menggunakan hak pilihnya, meskipun harus dipapah oleh suaminya, Jong Tjze Kioeu (80 tahun).

“Sejak pilkada yang lalu tahun 2012, kami berdua selalu menggunakan hak pilih kami”, ungkap Jong kepada SERUJI.

Tjoe Eng Siong dan Then Liuk Moy adalah warga negara Indonesia yang harus ditiru oleh warga negara Indonesia lainnya dalam menggunakan hak pilihnya pada setiap pemilu yang diselenggarakan di negara ini. Meski berada dalam kondisi keterbatasan fisik, mereka tidak ingin hak pilihnya hilang atau memilih sebagai golput di negara yang berbentuk demokrasi ini.

 

CJ: Jarot Sumarjono
EDITOR: Iwan Y

loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bayi Kembar Siam Asal Ternate Meninggal Dunia

SURABAYA, SERUJI.CO.ID -  Bayi kembar siam asal Ternate, Maluku Utara, Khalisa Soetomo Tjan, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya, Jumat (22/6) karena...
Sudrajat-Syaikhu

Jelang Debat Publik Ketiga, Pasangan Asyik Siap Tampil Optimal

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau Pasangan Asyik menyatakan siap tampil optimal pada...
Partai Demokrat

Jelang Pencoblosan, Demokrat Siapkan 81 Ribu Saksi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Ketua DPD Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanegara mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 81.000 orang saksi untuk bertugas mengawal proses pencoblosan di tempat pemungutan...
Uang Rupiah

BI Akan Hancurkan Uang Berstempel #2019GantiPresiden

MANADO, SERUJI.CO.ID -  Bank Indonesia (BI) akan menghancurkan uang rupiah berstempel yang marak terjadi saat ini. "BI tidak pernah mengeluarkan uang rupiah yang berstempel ganti presiden...
tenaga kerja asing

Protes Dipekerjakannya TKA, 62 Orang Ditahan Polisi

AFRIKA SELATAN, SERUJI.CO.ID - Polisi Afrika Selatan pada Kamis (21/6) menangkap 62 orang karena menghalangi jalan guna memprotes dipekerjakannya tenaga kerja asing sebagai pengemudi truk. Polisi...