Tidak Akan Mencoblos di Pilpres 2019, Begini Alasan Warga Baduy Dalam

RANGKASBITUNG, SERUJI.CO.ID – Sejumlah warga Baduy Dalam yang tinggal di desa Kanekes, Kecamatan Leuwi Damar, Kabupaten Lebak, Banten, tidak akan mencoblos pada pesta demokrasi Pemilu 2019. Baik Pemilihan Presiden, maupun pemilihan legislatif.

Sarpin selaku pejabat kepala seksi pemerintahan Desa Kanekes kepada SERUJI di Rangkasbitung, Rabu (6/3) menuturkan keputusan warga Baduy Dalam tidak akan mencoblos pada Pemilu 2019 lebih karena adat, dan hal itu sudah dilakukan sejak beberapa Pemilu yang lalu.

Jumlah warga Baduy saat ini keseluruhannya mencapai sekitar 26 ribu jiwa. Dari jumlah itu sebanyak 11.724 warga punya hak pilih, termasuk lebih dari 1.200 orang warga Baduy Dalam.

“Tapi pimpinan adat di Baduy yang disebut Pu’un hanya membolehkan warga Baduy Luar saja yang boleh mencoblos. Warga Baduy Dalam yang tinggal di kampung Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik harus patuh pada adat,” ujar Sarpin.

Sebelumnya, Saija warga Baduy Luar yang dipercaya menjadi Kepala Desa Kanekes melaporkan ke pejabat terkait dan KPU Lebak di Rangkasbitung, bahwa aturan adat itu sudah lama diterapkan.

Aturan adat di Baduy Dalam, kata Saija, tidak memperkenankan warga Baduy Dalam menerima bantuan apapun dari siapapun. Tidak boleh sekolah, tidak boleh memiliki rumah modern, memakai kendaraan bila bepergian, juga tidak boleh mencoblos saat Pemilu.

Larangan itu semata-mata agar warga Baduy Dalam –yang mengasingkan diri dari modernisasi– tetap menghormati tradisi yang sudah berabad abad ditaati.

Warga Baduy Dalam yang ketahuan melanggar adat akan diusir dari kawasan hunian dan pertanian Baduy Dalam. Jika sudah diusir maka warga Baduy Dalam itu akan menjadi warga Baduy Luar.

Sampai sejauh ini larangan adat tersebut selalu dipatuhi warga Baduy dan pemerintah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close