Terkait Puisi Sukmawati, Gus Sholah: Jangan Gaduh

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Tanggapi puisi ‘Ibu Indonesia’ karya Sukmawati Soekarnoputri, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH. Sholahudin Wahid (Gus Sholah) berharap masyarakat tidak perlu gaduh.

Mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini menilai puisi tersebut sengaja ditulis oleh Sukmawati dalam perspektif sebagai orang Islam yang berbangsa Indonesia.

“Menurut saya, ya tidak perlu dibesar-besarkanlah, tapi kalau ada yang menuntut kan saya gak punya hak untuk melarang,” katanya usai memberi Mauidhotul Hasannah di Haul ke-23 KH. Abdul Wahab Turcham, di Yayasan Khadijah, di Jalan Ahmad Yani 2-4, Surabaya, Sabtu (7/4).

Kendati demikian, cucu Hadratusyaikh KH. Hasyim Asyari ini menganggap Sukmawati tidak mengerti betul tentang apa yang ditulisnya.


“Buat kita adzan itu luar biasa, ketika kita lahir itu diadzani ketika kita mati diadzani. Bahkan kita menunggu adzan karena adzan suatu momen yang mujarab yang mustajab untuk berdoa, seperti itukan suatu yang istimewa,” katanya.

Menurut Gus Sholah, adalah hak jika seorang penulis karya sastra mengaggap kidung lebih penting daripada adzan. Namun, katanya, ketika karya sastra tersebut membuat orang tersinggung, orang lain tak bisa dilarang protes.

BACA JUGA:  AHY Sesalkan Puisi Sukmawati Yang Dianggap Menyinggung Umat Islam

“Mungkin Sukma gak paham, apa yang ditulis itu, bahwa adzan itu begitu penting bagi umat Islam, buat dia mungkin tidak penting, lebih penting kidung, ya sudah, itu kan hak dia. Kita tidak bisa melarang, tapi ketika dia berbicara ada orang yang tersinggung,” ujarnya.

Menghindari kegaduhan yang berujung aksi protes dari ragamnya tafsir puisi itu, adik KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini ingin para sastrawan tanah air bersama penulis puisi duduk bersama untuk mendengar langsung pesan tersirat dari benak Sukmawati Soekarnoputri.

“Kalau buat saya yang penting itu, para penyair duduk sama Bu Sukma itu berserta kawan-kawan yang punya pikiran, apa sih yang diinginkan Bu Sukmawati, apa pesan yang ingin disampaikan itu,” tandasnya. (Luh/SU02)

 

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Kasih Sayang Yang Menyembuhkan

Kasih sayang adalah sebuah kekuatan penyembuhan. Inilah diantaranya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Anda ASN Yang Terpaksa Harus Bercerai? Simak Prosedur Yang Harus Dilalui

Anda seorang ASN dan sedang mengalami masalah rumah tangga yang berujung perceraian? Simak proses percerain ASN berikut, apa yang harus dilakukan dan kewajiban apa yang muncul.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi