Terkait Hasil Survei Puspkatis, TKN Jokowi: Hanya Untuk “Menyenangkan” Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Ace Hasan Hasan Syadzili menilai survei dari Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) hanya untuk menyenangkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Jadi, tentang hasil survei Puskaptis itu anggap saja untuk ‘nyeneng-nyenengin‘ Pak Prabowo. Tidak usah dipercaya. Ini menjadi bagian dari penggiringan opini menyesuaikan dengan survei internal paslon 02,” kata Ace dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (29/1).

Menurut politisi Golkar ini, publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei yang partisan.

“Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain. Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik,” katanya.

Baca juga: Survei: Di Sumatera, Prabowo-Sandi Tak Terkalahkan oleh Jokowi-KH Ma’ruf

Ia mengatakan, Puskaptis merupakan lembaga survei yang memiliki rekam jejak memenangkan Prabowo dalam hitungan cepat Pilpres 2014 sehingga membuat Prabowo dan para pendukungnya sujud syukur kemenangan.

Padahal lembaga-lembaga survei kredibel waktu itu menyatakan bahwa Jokowi-JK yang menang dan sesuai dengan hasil perhitungan KPU, katanya.

Baca juga: Survei: Elektabilitas Prabowo Kalahkan Jokowi di 4 Provinsi di Pulau Jawa

Sebelumnya, Puskaptis merilis hasil surveinya yang menunjukkan elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin unggul tipis dari pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Survei yang dilakukan di 34 provinsi itu menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan calon presiden dan wapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf di 45,90 persen, sementara Prabowo-Sandi di 41,80 persen.

Baca juga: Survei: Walau Unggul, Elektabilitas Jokowi Hanya Terpaut Tipis dari Prabowo

Sedangkan, responden yang belum menentukan pilihan atau swing voters, tetapi akan berpartisipasi dalam Pilpres 2019,l sebanyak 12,30 persen.

“Hasil tipis ini menjadi modal awal bagi capres-cawapres Prabowo-Sandi, sekalipun untuk sementara pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul sekitar 4,1persen,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Puskaptis Husin Yazid saat memaparkan hasil survei terbarunya tersebut di Jakarta, Selasa (29/1). (SU01)

10 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

Sambut Teknologi 5G, TelkomGroup Akuisisi 2.100 Menara Indosat Senilai Rp4,4 Triliun

Pengambilalihan kepemilikan menara telekomunikasi Indosat Ooredoo ini menjadi salah satu langkah TelkomGroup melalui Mitratel untuk menjadi "dominant player" di industri menara di Indonesia.

Tidak Takut Sendirian Jadi Oposisi, Begini Penjelasan Tegas PKS

Menanggapi pergerakan partai-partai yang selama Pilpres 2019 berkoalisi mendukung Prabowo berhadapan dengan Jokowi tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan mereka tidak bergeming dari posisinya yang ingin tetap jadi oposisi. Begini alasannya.

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi