Target Menangkan Suara di Jatim, Ini Yang Akan Dilakukan Sandiaga Uno

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno akan sering ke Jawa Timur untuk bersosialisasi dan berkampanye dalam rangka Pemilihan Presiden 2019.

“Saya, Pak Prabowo, bahkan Pak Zulkifli Hasan (Ketua Umum DPP PAN) akan turun ke Jatim berkali-kali,” ujarnya kepada wartawan usai bersilaturahim di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di Surabaya, Kamis (27/9).

Sandi, sapaan akrabnya, melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Jatim selama empat hari yang diawali dari Kota Surabaya. Kunjungannya didampingi Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

Khusus hari ini, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu melakukan sejumlah aktivitas, seperti diskusi dengan anak-anak muda melalui kegiatan “Ngopi Bareng Sandi”.

Dilanjutkan pertemuan dengan warga Muhammadiyah, kemudian bertatap muka dengan kader PAN serta dijadwalkan berkunjung ke Pasar Jagir Wonokromo.

Selain itu, pada Jumat (28/9), pasangan Prabowo Subianto tersebut akan membuka sekaligus mengikuti olahraga dan jalan santai di kawasan Gelora Delta Sidoarjo. Berikutnya menuju Probolinggo dan konsolidasi dengan partai politik pengusung di Kediri.

“Selama tujuh bulan ke depan, kami akan kerja keras dan usaha agar ekonomi lebih kuat lagi, pemerintahan yang adil, hingga memperhatikan rakyat kecil. Kami bekerja bersama teman-teman di Jatim dan seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Zulkifli Hasan menilai Jatim adalah daerah yang menjadi kunci menentukan pada pilpres tahun depan. Terlebih dengan jumlah penduduk yang mencapai hampir 40 juta jiwa.

“Kunci kemenangan berada di Jatim dan kami serius akan sering datang kemari. Yang pasti, kami kerja keras siang dan malam, kemudian hasilnya kami serahkan atau `tawaqal` kepada Allah SWT,” kata Ketua MPR RI tersebut.

Pemilihan Presiden yang diselenggarakan pada 17 April 2019 diikuti dua pasangan calon, yaitu Jokowi-KH Ma`ruf Amin di nomor urut 01, kemudian Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut 02. (Ant/Su01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.