Tak Diduga, Quick Count: PKS Bersaing dengan Parpol Papan Atas dan Unggul dari Demokrat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat kejutan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Bila dalam berbagai survei sebelum hari pencoblosan, partai Islam ini diprediksi hanya akan raih antara 4-5 persen suara, bersaing dengan partai-partai papan bawah, namun pada hari pencoblosan, Rabu (17/4), PKS mampu menyodok ke posisi papan tengah.

Hal itu terlihat dari hasil hitung cepat atau quick count lima lembaga survei terverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bukan hanya mampu menyodok ke papan tengah, PKS juga mampu bersaing ketat dengan partai-partai yang diprediksi akan menempati papan atas pada Pemilu 2019 ini, seperti PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, dan NasDem.

Bahkan, kali ini PKS di semua hasil qucik count lima lembaga survei; LSI Denny JA, Populi Center, Indo Barometer, Charta Politika, dan Indikator Politik, mampu unggul dari Partai Demokrat.

Berikut Hasil Quick Count Pileg 2019 dari 5 Lembaga Survei

Nomor Urut Parpol
Nomor urut parpol peserta Pemilu 2019.

Hasil hitung cepat lembaga survei Charta Politika pukul 19.55 WIB, dengan data masuk 94,25 persen, PKS berada di urutan ke-4 dengan 9,17 persen suara, unggul dari PKB dan NasDem. Sementara Partai pimpinan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Partai Demokrat hanya menempati urutan ke-6 dengan 7,42 persen.

PDI-Perjuangan di urutan pertama dengan 20,11 persen, diikuti partai yang dipimpin capres Prabowo Subianto, Gerindra di urutan kedua dengan 13,68 persen. Partai Golkar harus puas di urutan ketiga dengan 10,99 persen suara.

Quick Count Charta Politika terhadap Parpol dalam pencoblosan Pileg 2019, Rabu (17/4/2019).

Hasil hitung cepat lembaga survei Indikator Politik pukul 19.55 WIB, dengan data masuk 94,25 persen, PKS berada di urutan ke-6 dengan 8,22 persen suara, unggul dari Partai Demokrat yang hanya menempati urutan ke-7 dengan 7,51 persen dukungan suara.

PDI-Perjuangan di urutan pertama dengan 19,36 persen, diikuti Gerindra di urutan kedua dengan 12,92 persen, Partai Golkar 12,1 persen, PKB 10,06 persen, dan NasDem 9,06 persen.

Quick Count Indikator Politik terhadap Parpol dalam pencoblosan Pileg 2019, Rabu (17/4/2019).

Hasil hitung cepat lembaga survei Indo Barometer pukul 19.55 WIB, dengan data masuk 94,25 persen, PKS berada di urutan ke-4 dengan 10,04 persen suara, unggul dari PKB (8,36%), NasDem (8,01%). Partai Demokrat hanya menempati urutan ke-7 dengan 7,29 persen suara.

PDI-Perjuangan di urutan pertama dengan 20,46 persen, diikuti Gerindra di urutan kedua dengan 13,11 persen, dan Partai Golkar 11,64.

Quick Count Indo Barometer terhadap Parpol dalam pencoblosan Pileg 2019, Rabu (17/4/2019).

Hasil hitung cepat lembaga survei LSI Denny JA pukul 19.55 WIB, dengan data masuk 94,25 persen, PKS berada di urutan ke-6 dengan 7,86 persen suara, unggul dari Partai Demokrat yang hanya menempati urutan ke-7 dengan 6,69 persen suara.

PDI-Perjuangan di urutan pertama dengan 20,19 persen, diikuti Golkar di urutan kedua dengan 12,34 persen, Partai Gerindra 12,33 persen. Berikutnya, PKB di 10,07 persen dan NasDem di 8,24 persen.

Quick Count LSI Denny JA terhadap Parpol dalam pencoblosan Pileg 2019, Rabu (17/4/2019).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close