Survei LSI: Walau Masih Memimpin, Elektabilitas PDIP Turun Hingga 4 Persen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, kembali merilis hasil survei yang mereka lakukan terhadap elektabilitas atau keterpilihan partai politik (parpol) yang ikut dalam kontestasi Pemilu 2019.

Survei yang dilakukan pada 18-25 Januari 2019 tersebut melibatkan 1200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling dengan Margin of error sebesar 2,8 persen.

LSI mengelompokan responden kepada 6 kelompok yang disebut kantong suara pemilih, yang terdiri dari; pemilih muslim, pemilih minoritas, pemilih milenial, pemilih ‘wong cilik’, pemilih perempuan atau emak-emak, dan pemilih terpelejar.

“Setelah empat bulan kampanye, PDIP unggul di aneka kantong suara dan menjadikannya juara satu. Partai Gerindra juara dua dengan dukungan mencolok di pemilih terpelajar,” kata peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI di Jakarta, Rabu (20/2).

Elektabilitas PDI Perjuangan Turun, Gerindra Makin Memepet

Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Walau unggul, namun dalam survei terbaru LSI ini, elektabilitas PDI Perjuangan turun dibanding survei bulan sebelumnya, Desember 2018.

Jika pada Desember 2018, elektabilitas PDI Perjuangan berada pada 27,7 persen, meninggalkan Partai Gerindra di 12,9 persen, maka pada survei yang dilakukan Januari, elektabilitas PDI Perjuangan tinggal 23,7 persen, atau turun 4 persen.

Sebaliknya, elektabilitas partai besutan Prabowo Subianto terus menanjak, dengan hasil survei terakhir di 14,6 persen.

Turunnya elektabilitas PDI Perjuangan yang diikuti dengan naiknya elektabilitas Gerindra, maka jarak antara kedua partai ini makin dekat, menjadi 9,1 persen.

PDI Perjuangan Unggul di 5 Kantong Suara

PDI Perjuangan (foto: pdiperjuangan.id)

Dari enam kantong suara yang disurvei, Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini unggul hampir di semua kantong suara, kecuali di kantong suara pemilih terpelajar.

Pada kantong pemilih Muslim –85 persen dari populasi yang disurvei, PDI Perjuangan dipilih oleh 18,4 persen pemilih, diikuti Gerindra dengan 16,6 persen.

Di kantong pemilih minoritas –15 persen dari populasi yang disurvei, PDI Perjuangan dipilih paling dominan, meninggalkan partai lainnya dengan jarak sangat besar, yakni di 54,7 persen.

Pada pemilih milenial –40 persen dari populasi yang disurvei, PDI Perjuangan dipilih 20,1 persen pemilih.

Sementara di kantong pemilih ‘wong cilik’ –50 persen dari populasi yang disurvei, PDI Perjuangan dipilih 22,8 persen pemilih.

Demikian juga di kantong pemilih perempuan atau emak-emak –50 persen dari populasi yang disurvei, PDI Perjuangan memimpin dengan 22 persen.

Hanya di kantong pemilih terpelajar –11,5 persen dari populasi yang disurvei, PDI Perjuangan kalah dari Gerindra yang peroleh 23,9 persen, sementara PDI Perjuangan diurutan kedua di 15,9 persen.

Dalam survei ini, pemilih yang belum menentukan pilihan masih cukup besar, yakni mencapai 18,4 persen.

Editor:Hrn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

The SOMAD Power

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.