Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-KH Ma’ruf Unggul 2 Digit Tinggalkan Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Keterpilihan atau elektabilitas pasangan calon Presiden (capres)-calon Wakil Presiden (cawapres) Jokowi-KH Ma’ruf Amin unggul dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Jokowi-KH Ma’ruf unggul 52,2 persen dibanding Prabowo-Sandi di 29,5 persen.

Hal itu terungkap dari hasil survei yang dilakukan lembaga survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang dirilis hari ini, Selasa (21/8) di Jakarta.

“Jokowo-KH Ma’ruf Amin, telah melewati magic number, (yaitu) di atas 50 persen,” kata Peneliti senior LSI Denny JA Adjie Alfarabi di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (21/8).

Diungkapkan oleh Adjie, dalam survei yang menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ± 2.9 % tersebut, Jokowi-KH Ma’ruf unggul di 5 kantong pemilih dari 6 kantong pemilih yang ada.

Jokowi-KH Ma’ruf unggul di kantong pemilih; muslim, pemilih non muslim, masyarakat ekonomi rendah, perempuan, dan milenial.

“Sementara Prabowo-Sandi hanya unggul di satu kantong pemilih, yaitu pemilih terpelajar,” ungkap Adjie.

Meski hanya unggul di satu kantong pemilih, LSI menilai Prabowo-Sandi masih berpeluang untuk menaikkan elektabilitasnya. Pasalnya, Prabowo-Sandi unggul di kantong pemilih terpelajar yang memiliki kemampuan mempengaruhi pemilih lainnya, sebagai pengiring opini.

Survei LSI Denny JA ini dilakukan pada 12– 19 Agustus 2018, terhadap 1.200 responden, dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. (ARif R/Hrn)

9 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER