Soal Pilgub, PAN Pusat dan Daerah Tak Searah

0
61
Kekayaan Gus Ipul
Saifullah Yusuf alias Gus Ipul (kiri) dan Khofifah Indar Parawansa (kanan)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tidak satu suara dengan DPW PAN Jawa Timur, dalam menentukan jagoannya pada Pilgub Jatim 2018. Pasalnya, DPW PAN Jatim mengaku partainya belum menentukan pilihan terhadap salah satu cagub/cawagub di Pilgub Jatim.

“PAN masih terus mengkaji semua proses. Serta berkonsultasi dengan Muhammadiyah dan tokoh lintas golongan di Jatim, sebelum putusan ditetapkan setelah berkoordinasi vertikal dan horisontal,” kata Sekretaris DPW PAN Jatim, A. Basuki Babussalam, dikonfirmasi, Selasa (12/12).

Saat ini, ada dua kandidat pasangan cagub/cawagub yang telah menyatakan maju Pilgub Jatim 2018, yaitu Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Abdullah Azwar Anas, dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.

Loading...

Kata Basuki, PAN sangat berhati-hati dalam menentukan jagoannya untuk Pilkada Jatim. Sebab, kata dia, kandidat yang harus diusung dan didukung partainya harus menang.

“PAN Jatim punya pengalaman, siapapun yang didukung PAN selama tiga periode ini, alhamdulillah selalu menang. Ini karena PAN Jatim sebelum membuat keputusan soal siapa yang akan didukung, selalu berkonsultasi dengan banyak pihak, dan kali ini hal itu tetap kami lakukan,” ujarnya.

PAN, kata Basuki, melihat semua kandidat yang sudah muncul saat ini adalah kader-kader terbaik. Baik pasangan Gus Ipul-Anas, maupun Khofifah-Emil.

“Dan sampai hari ini posisi kandidat relatif sama. Belum ada yang terlalu dominan. Keseimbangan posisi dukungan bagi calon yang selama ini ada, memberikan keyakinan bagi PAN bahwa siapapun yang didukung PAN akan memiliki potensi akan menang,” kata Basuki.

Bagi PAN, Pilkada adalah sebuah proses kebangsaan di tingkat daerah. Hasil Pilkada diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan daerah yang bisa memberikan jaminan atas proses pembangunan Jatim yang optimal secara berkelanjutan.

“Kami memandang Pilkada ini secara integral. Karena itu semua pertimbangan kami maksimalkan. Targetnya, siapapun yang didukung PAN Jatim bisa memberikan kontribusi yang terbaik bagi warga Jatim,” katanya.

Soal target waktu kapan akan membuat keputusan soal siapa yang didukung oleh PAN Jatim, Basuki menjelaskan keputusan akan ditetapkan pada momentum yang paling tepat.

“Mengambil istilah pewayangan, perang saat ini baru perang kembang. Nanti di perang Bharatayudha kami akan mengambil keputusan yang terbaik bagi masyarakat Jatim,” katanya. (Amal/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU