Soal Pemberian Gelar ke Jokowi, Fadli Zon: Bolehkah Sekarang Dipanggil ‘Cak Jancuk’?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon masih tidak percaya atas diberikannya gelar ‘Cak Jancuk’ kepada Presiden Jokowi. Gelar yang diberikan saat Jokowi sebagai capres nomor urut 01, menghadiri deklarasi dukungan ‘Forum Alumni Jatim #01’ di Surabaya, Sabtu (2/2).

“Antara percaya dan tidak percaya, apa betul ada (pemberian) gelar itu?” ujar Fadli saat ditanya wartawan di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (4/2).

Hal itu, kata Fadli, harus dipastikan dahulu kepada Jokowi, apakah ia menerima gelar tersebut, sehingga sudah boleh dipanggil ‘Cak Jancuk”.

“Kalau diterima, (apa) boleh sekarang kita memanggil ‘Cak Jancuk’?” katanya.

Menurut pria yang juga Wakil Ketua DPR RI ini, harus dipastikan dahulu gelar tersebut diterima Jokowi atau tidak, agar jangan sampai saat ada yang mulai menyapa dengan ‘Cak Jancuk’ kena persoalan hukum.

“Jangan sampai kita memanggil ke yang bersangkutan, terus kena hatespeech (ujaran kebencian, red). Kalau diterima, boleh dari sekarang kita memanggil dengan ‘Cak Jancuk'” tutur Fadli.

Sebelumnya, dalam acara deklarasi dukungan ‘Forum Alumni Jatim #01’ yang berlangsung di kawasan Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (2/2), moderator acara Djadi Galajapo memberikan gelar ‘Cak’ yang disambungkan dengan ‘Jancuk’ kepada Jokowi. Menurut Djadi gelar itu merupakan kesingkatan. ‘Cak’ kependekan dari Cakap, Agamis, dan Kreatif. Sementara ‘Jancuk’ kependekan dari jantan, cakap, ulet dan komitmen.

Hal itu kemudian menjadi kontroversi, karena panitia acara pun tidak tahu menahu atas inisiatif Djadi tersebut. Panitia menyayangkan pemberian gelar ‘Jancuk’ tersebut, karena memiliki pengertian negatif berupa makian. (ARif R)

20 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam