Soal Pamflet Ajakan Jumatan Bersama Prabowo, Begini Kata Nusron Wahid

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Polemik soal larangan takmir Masjid Kauman, Semarang pada calon Presiden nomor urut 01, shalat Jumat di masjid tersebut, terus menggelinding. Walau, takmir masjid sudah klarifikasi bahwa pihaknya tidak melarang Prabowo shalat Jumat di Masjid Kauman.

Menurut pihak takmir, mereka keberatan dengan beredarnya pamflet ajakan di media sosial shalat Jumat bersama Prabowo, serta spanduk selamat datang dan poster capres-cawapres nomor 02 di dekat Masjid Kauman.

Takmir khawatir adanya pamflet ajakan di medsos dan spanduk tersebut membuat masjid seolah menjadi tempat berpolitik

Nusron: Baru Kali Ini Ada Ajakan Shalat Jumat Melalui Pamflet

Ijtima' Ulama II
Calon Presiden Prabowo menandatangani pakta integritas di Ijtima Ulama II, Ahad (16/9/2018). (foto:istimewa)

Menyikapi hal itu, Nusron Wahid lewat keterangan tertulisnya yang dikirim ke media, Jumat (15/2) mengaku heran dengan adanya pamflet ajakan shalat Jumat bersama capres Prabowo tersebut.

“Jujur saja, baru pertama kali saya sebagai umat Islam hidup dalam nuansa Islam sejak kecil di Indonesia, ada ajakan shalat Jumat pakai pamflet, dan ajakan di socmed,” kata politisi Partai Golkar ini.

Menurut Nusron, biasanya ajakan salat Jumat itu cukup dengan mukul beduk atau menghidupkan loudspeaker, dan bacaan tarhim dan azan.

“(Dengan cara itu) orang sudah berbondong-bondong datang ke masjid. Ini karena salatnya lillahi ta’ala. Hanya karena Allah, bukan Linnnas, bukan untuk manusia,” ujarnya.

Saran Nusron Untuk Prabowo Terkait Shalat Jumat

Prabowo Subianto. (foto:Istimewa)

Mantan Ketua Umum Ansor NU ini menyarankan agar Prabowo dan timnya sebaiknya melaksanakan salat saja tanpa harus membuat pamflet yang berisi ajakan beserta foto Prabowo.

Sebab, lanjutnya, Allah SWT menilai seluruh umatnya sama tanpa membedakan jabatan atau profesi jemaah salat Jumat.

Nggak usah pakai diumumkan dan dipamfletkan. Toh, di mata Allah, semua jemaah dianggap sama. Mau presiden, capres, atau tukang becak, posisinya di masjid juga sama, jemaah. Itu kalau lillahi ta’ala. Tapi, kalau motifnya lain, ya pasti menyalahi langgam, kebiasaan, dan pakem yang ada. Wallahualam,” tuturnya.

Pamflet Ajakan Shalat Jumat Bersama Prabowo di Medsos Telah Dihapus

Prabowo di Ponpes Wali Songo, Situbondo, Sabtu (24/11/2018). (foto:Youtube)

Sempat jadi polemik, akhirnya diketahui pembuat pamflet ajakan salat Jumat bersama Prabowo bukanlah dilakukan BPN Prabowo-Sandiaga, tapi oleh relawan Milenial Terdepan Prabowo-Sandi (Mantaps) Jawa Tengah.

Sementara itu, Koordinator Nasional Mantaps, Helda Alvi mengaku sebagai pembuat pamflet yang hanya diunggah di akun instagram milik mereka, dan tidak pernah mencetak dan menyebarkannya.

Saat ini, pamflet di akun medsos tersebut telah di hapus dan spanduk selamat datang dan poster capres cawapres nomor 02 di dekat Masjid Kauman telah pun dicabut.

Editor:Hrn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy