Sikap Tentara Agus Tak Hilang, Gentle Akui Kekalahan

1
410

JAKARTA– Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono, boleh saja menyatakan mundur sebagai prajurit TNI. Tetapi sikap gentle, sportif tetap ia pegang teguh. Tidak seperti Cagub-cabub lainnya di berbagai daerah kalau kalah masih protes, Agus memilih mengakui kekalahannya.

“Secara kesatria dan dengan lapang dada saya terima kekalahan saya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta,” kata Agus dalam konferensi pers tanpa tanya jawab di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu malam.

Agus mengatakan seperti halnya kompetisi-kompetisi lainnya pasti ada pihak yang menang dan kalah, pasti ada suka dan duka. Seluruhnya menurut Agus, adalah realitas kehidupan.

Dia mengakui selama kampanye dirinya sering kali menolak berandai-andai jika dirinya mengalami kekalahan. Hal itu lantaran dirinya tidak memiliki prinsip kalah sebelum perjuangan berakhir.

Dia juga enggan menurunkan semangat dan moril dari tim pemenangan, relawan, simpatisan serta seluruh warga Jakarta yang selama ini mendukung.

“Tapi hari ini tentu berbeda. Sekali lagi saya sampaikan secara kesatria dan dengan lapang dada saya terima kekalahan saya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta,” kata Agus.

Agus juga turut mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, serta pasangan nomor tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam konferensi pers itu.

“Tadi saya sudah telepon langsung bapak Basuki, saya juga sudah coba hubungi bapak Anies dan bapak Sandi tapi beliau berdua masih ada kegiatan. Tapi sekali lagi tujuan kami adalah ingin mengucapkan selamat atas pencapaian mereka,” kata Agus.

Secara pribadi ke depan nanti saya akan tetap mendharmabaktikan hidup saya untuk ikut memajukan bangsa dan negara tercinta ini menuju Indonesia emas di tahun 2045,” kata Agus.

Dia juga secara khusus mengajak segenap generasi muda untuk terus berbuat yang terbaik, dan jangan pernah takut mengalami kegagalan dan kekalahan.

“Berbuat lah yang terbaik karena banyak sekali yang bisa dilakukan dan diperjuangkan generasi muda,” kata Agus.

EDITOR : Yus Arza

 

Komentar

BACA JUGA
Hi-Tech jadi Pusat Kesenian

Hi-Tech Mall Akan Dijadikan Pusat Kesenian, Pemkot Tetap Beri Kesempatan Pedagang IT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya optimis bisa menjadikan gedung Hi-Tech Mall, di jalan Kusuma Bangsa, sebagai pusat kesenian, tanpa menghilangkan ratusan pedagang IT...
Balok grider ambruk

Maraknya Kecelakaan Konstruksi, Fahira: Membangun Jangan Asal Cepat Diresmikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menyoroti maraknya kecelakaan konstruksi belakangan ini, apalagi selain menimbulkan korban jiwa dan merugikan publik juga...
ustadz abdul somad

Ustadz Abdul Somad Resmikan Gerai 212 di Dumai

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Ustadz Abdul Somad meresmikan gerai 212 Mart di Jalan Merdeka Kota Dumai, yang merupakan unit usaha pertama dengan keanggotaan koperasi 380 orang...

Habib Rizieq Batal Pulang, Ustadz Bachtiar Nasir: Khawatir Keamanan Indonesia Kacau

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengurungkan kepulangannya ke Indonesia diketahui khawatir dengan kondisi keamanan Indonesia yang kacau....
Agus Hermanto

DPR: MD3 Sah Meskipun Presiden Tidak teken

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan Perubahan Kedua Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) tetap...
loading...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...
images (1)

Garis 6: Tujuan Hidup

Apa tujuan hidup? Jadi pejabat? Jadi orang terkenal? Jadi orang kaya? Itu bukan tujuan hidup, karena pejabat bisa mati, orang terkenal pun tak selamanya...