Sikap Tentara Agus Tak Hilang, Gentle Akui Kekalahan

JAKARTA– Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono, boleh saja menyatakan mundur sebagai prajurit TNI. Tetapi sikap gentle, sportif tetap ia pegang teguh. Tidak seperti Cagub-cabub lainnya di berbagai daerah kalau kalah masih protes, Agus memilih mengakui kekalahannya.

“Secara kesatria dan dengan lapang dada saya terima kekalahan saya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta,” kata Agus dalam konferensi pers tanpa tanya jawab di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu malam.

Agus mengatakan seperti halnya kompetisi-kompetisi lainnya pasti ada pihak yang menang dan kalah, pasti ada suka dan duka. Seluruhnya menurut Agus, adalah realitas kehidupan.

Dia mengakui selama kampanye dirinya sering kali menolak berandai-andai jika dirinya mengalami kekalahan. Hal itu lantaran dirinya tidak memiliki prinsip kalah sebelum perjuangan berakhir.

Dia juga enggan menurunkan semangat dan moril dari tim pemenangan, relawan, simpatisan serta seluruh warga Jakarta yang selama ini mendukung.

“Tapi hari ini tentu berbeda. Sekali lagi saya sampaikan secara kesatria dan dengan lapang dada saya terima kekalahan saya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta,” kata Agus.

Agus juga turut mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, serta pasangan nomor tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam konferensi pers itu.

“Tadi saya sudah telepon langsung bapak Basuki, saya juga sudah coba hubungi bapak Anies dan bapak Sandi tapi beliau berdua masih ada kegiatan. Tapi sekali lagi tujuan kami adalah ingin mengucapkan selamat atas pencapaian mereka,” kata Agus.

Secara pribadi ke depan nanti saya akan tetap mendharmabaktikan hidup saya untuk ikut memajukan bangsa dan negara tercinta ini menuju Indonesia emas di tahun 2045,” kata Agus.

Dia juga secara khusus mengajak segenap generasi muda untuk terus berbuat yang terbaik, dan jangan pernah takut mengalami kegagalan dan kekalahan.

“Berbuat lah yang terbaik karena banyak sekali yang bisa dilakukan dan diperjuangkan generasi muda,” kata Agus.

EDITOR : Yus Arza

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.