Sekjen Parpol Pendukung Jokowi Matangkan Tim Pemenangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Para Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Politik koalisi pendukung Presiden Jokowi terus melakukan pertemuan untuk membahas finalisasi tim pemenangan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengungkapkan, pertemuan para Sekretaris Jenderal dilaksanakan sejak Ahad (12/8) sore, rencananya dihadiri oleh Presiden Jokowi.

“Rencananya habis maghrib,” kata Arsul Sani di Jakarta, Ahad (12/8).

Salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut membahas finalisasi tim pemenangan. Selain itu juga pendalaman visi-misi.

Rencananya, menurut Arsul, Jokowi memberikan pengarahan dan juga diskusi terkait materi pembahasan para Sekjen Parpol koalisi tersebut.

Senada dengan Arsul Sani, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ahmad Rofiq mengatakan pertemuan tersebut akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan Sekjen Parpol koalisi pendukung Jokowi yang dilaksanakan sejak sore tersebut, dihadiri lengkap sembilan partai politik koalisi.

Pertemuan tersebut membahas strategi pemenangan Capres, visi misi, nawacita II sekaligus membahas tim sukses.

Sementara itu, para Sekretaris Jenderal partai politik koalisi pendukung telah melaksanakan serangkaian pertemuan sebelumnya. Bahkan sebelum diumumkan calon Wakil Presiden pendamping Jokowi.

Sembilan Partai Politik yang tergabung dalam dalam koalisi pendukung Jokowi adalah PDIP, Partai Golkar, PKB, PPP, Hanura, Nasdem, PKPI, PSI dan Perindo. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

BPK dan Bencana

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

Video Detik-Detik Wiranto Diserang dan Ditusuk Orang Tak Dikenal

Mantan Panglima TNI tersebut, mengalami dua luka tusuk di bagian perutnya, dan langsung mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang untuk kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.