AS Sebut Tindakan Myanmar Terhadap Rohingya Pembersihan Suku

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID – Amerika Serikat pada Rabu (22/11) menyebut tindakan tentara Myanmar terhadap warga Rohingya pembersihan suku dan mengatakan akan mempertimbangkan hukuman bagi pihak yang harus bertanggung jawab.

Dengan mengacu kepada kekejaman mengerikan terhadap Rohingya, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson mengatakan dalam pernyataan, “Sesudah mengulas secara saksama dan cermat atas bukti tersedia, jelas bahwa keadaan di negara bagian utara, Rakhine, adalah pembersihan suku terhadap Rohingya.”

Meskipun pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September menggambarkan tindakan tentara itu sebagai masalah pembersihan suku, namun Tillerson meninggalkan Myanmar tanpa menggunakan sebutan itu setelah kunjungan pada pekan lalu.

Pernyataannya memperjelas bahwa sikap Amerika Serikat bergeser.

“Pelanggaran oleh beberapa orang di kalangan tentara Myanmar, pasukan keamanan dan warga setempat menyebabkan penderitaan luar biasa dan memaksa ratusan ribu pria, wanita dan anak-anak meninggalkan rumah mereka di Myanmar untuk mencari perlindungan di Bangladesh,” katanya.

Amerika Serikat mendukung penyelidikan mandiri terhadap kejadian di negara bagian Rakhine dan akan melakukan tindakan, termasuk kemungkinan hukuman bagi yang disasar, kata Tillerson.

“Yang bertanggung jawab atas kekejaman itu harus diadili,” katanya.

Pemantau hak asasi manusia menuduh tentara Myanmar melakukan kekejaman, termasuk pemerkosaan massal, terhadap warga tanpa kewarganegaraan Rohingya selama pembersihan sesudah petempur Rohingya menyerang 30 pos polisi dan sebuah pangkalan tentara.

Lebih dari 600.000 Muslim Rohingya lari dari negara bagian Rakhine di Myanmar, yang sebagian besar penduduknya beragama Buddha, kebanyakan ke negara tetangga, Bangladesh, sejak tindakan keras pasukan keamanan Myanmar pada 25 Agustus itu.

Tekanan meningkat untuk tanggapan lebih keras Amerika Serikat terhadap kemelut Rohingya sebelum kunjungan perdana Presiden Donald Trump ke Asia pada bulan ini guna menghadiri temu puncak negara Asia Tenggara, termasuk Myanmar, di Manila.

Sumber pemerintah Amerika Serikat mengatakan kepada Reuters pada Oktober bahwa pejabat menyiapkan saran untuk Tillerson, yang akan merumuskan gerakan pimpinan tentara itu terhadap Rohingya sebagai pembersihan suku, yang bisa memicu hukuman baru.

Pada awal November, anggota parlemen Amerika Serikat mengusulkan sasaran hukuman dan pembatasan perjalanan terhadap pejabat tentara di Myanmar.

Senator Demokrat Jeff Merkley, bagian dari perutusan kongres, yang mengunjungi Rakhine pada pekan ini, mengatakan kepada wartawan di sana pada Selasa, “Semua itu menunjukkan pembersihan suku.”

Pemerintah dua tahun Myanmar, dipimpin peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, menghadapi kecaman berat dunia atas tanggapannya terhadap kemelut itu, meski tidak memiliki kendali atas jenderal, yang harus berbagi kekuasaan dalam peralihan ke kekuasaan sipil setelah beberapa dasawarsa militer memerintah di negara tersebut. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close