Sandiaga Dorong Santri Mampu Ciptakan Lapangan Kerja


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno meminta agar para santri masa kini melek usaha. Dengan begitu mereka tak lagi mencari kerja, tetapi justru menciptakan lapangan kerja.

“Saya berharap bisa melihat santri pakai jas, kemudian memakai sarung dan berbisnis ke Dubai, ke Jeddah, Eropa,” kata Sandiaga saat menghadiri kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Umat ala Milenials, Santri Melek Usaha” di Jalan Jati Sari Besar, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (19/1) petang.

Dalam kegiatan yang digagas OK OCE, Barisan Kyai dan Santri Nadhliyin (BKSN), dan Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Umat itu Sandiaga mengemukakan para peserta yang hadir dalam kegiatan ini juga diberikan pelatihan tentang pembuatan sabun cuci, yang diharapkan nantinya bisa membantu perekonomian masyarakat.

“Bagaimana ibu-ibu? Butuh modal Rp5.000 kemudian hasil pembuatan sabun cair ini bisa dijual Rp8.000. Kalau bisa buat sendiri, kenapa harus beli ke toko sebelah,” kata Sandiaga.

Baca juga: Adaptasi OK-OCE, Cawapres Sandiaga Janji Akan Berikan Akses Modal Untuk Santri

Sandiaga mengatakan sudah saatnya Indonesia berjihad di bidang ekonomi karena jika dibiarkan terus, ekonomi sekarang ini kian memberatkan hidup masyarakat. Harga-harga melambung tinggi dan sulit mencari kerja.

Ia menjelaskan, Program Gerakan Ekonomi Rakyat (Gerak) One Kota atau Kabupaten One Center Enterpreneurship (OK OCE) sudah bergerak untuk mendampingi dan memberikan pelatihan kepada para santri.

“Gerak OK OCE bersama BKSN akan membuat santri melek usaha. Pengusaha adalah pikiran atau mind. Jika mereka terus diingatkan untuk menciptakan lapangan kerja, ketimbang mencari kerja, saya yakin 60 persen santri bisa menjadi santripreneur-santripreneur baru. Kami punya program magang untuk santri sampai ke luar negeri,” katanya.

Salah satu peluang yang bisa diambil ketika Indonesia melakukan jihad ekonomi didasarkan pada fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Oleh karenanya, kata Sandi, sudah seharusnya Indonesia menjadi pusat industri halal dunia.

Baca juga: Sandiaga Janji Buat Program “One Kyai for One Center Enterpreneurship”

“Industri halal berpotensi menghasilkan pendapatan. Indonesia masih nomor lima. Ini adalah potensi besar bagi kita dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Saya akan openi (kelola, red) betul pesantren,” tekadnya.

“Republik ini punya utang besar pada pesantren. Pesantren Insya Allah akan kami jadikan kawah candradimuka pemimpin bangsa ini dan mencetak para santri yang menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja,” lanjutnya. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close