Saksi Akui Diperintahkan Fredrich Cek Fasilitas RS Medika

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Achmad Rudyansyah, mantan staf Fredrich Yunadi di kantor Yunadi and Associates sempat diperintahkan Fredrich untuk mengecek fasilitas di Rumah Sakit Medika Pertama Hijau pada 16 November 2017.

“Sekiranya itu jam 15.00 saya dipanggil oleh terdakwa, saya diperintahkan oleh terdakwa untuk mengecek fasilitas yang ada di RS Medika Permata Hijau,” kata Rudyansyah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (12/4).

Rudyansyah menjadi saksi dalam sidang merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-el dengan terdakwa Fredrich Yunadi.

Dalam perkara ini, Fredrich didakwa bekerja sama untuk menghindarkan Ketua DPR Setya Novanto untuk diperiksa KPK dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-el.

Setibanya di Rumah Sakit, ia mengungkapkan langsung menghubungi dokter Alia.

Baca juga: Saksi Sebut Benjolan Setnov Adalah Lelucon

Selanjutnya, kata dia, dokter Alia pun datang ke RS Medika Permata Hijau dan dirinya pun langsung menemui untuk menanyakan fasilitas di sana.

“Saat saya di lobi datanglah perempuan yang menelepon dia hubungi saya setelah hubungi saya lihat saya matikan telepon. Kemudian saya hampiri langsung diajak ke lantai dua, sampai di lantai dua saya tanya kepada dokter itu boleh tidak saya cek fasilitas di sini,” ucap Rudyansyah.

Baca juga: Saksi Ungkap Pergantian Nama Fredrich Yunadi

Kemudian, ia pun kembali diajak oleh dokter Alia ke lantai tiga untuk mengecek fasilitas yang diperintahkan Fredrich.

“Saya foto-foto seluruh kamar tidak hanya lokasi kamar termasuk toiletnya seperti apa, wastafelnya seperti apa kasurnya seperti apa tujuan saya mengecek fasilitas biar bisa saya sampaikan ke atasan saya,” tuturnya.

Fredrich didakwa pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Pasal itu mengatur mengenai setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang terdakwa maupun para saksi dalam perkara korupsi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER